Category: What to see

Paket wisata

Apa Saja Hak-Hak Klien Saat Memilih Paket Wisata

Perjalanan wisata yang murah dapat dinikmati dengan memilih paket wisata yang tepat begitupun dengan memilih jasa travel. Kebutuhan liburan memang sedang meningkat seiring dengan semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk memilih paket dalam liburan agar tak pusing atau repot memikirkan rute dan masalah perjalanan. Tak heran jika agen travel marak bak jamur di musim hujan. Continue reading

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian adat khas suku Sunda yang banyak dikenal  adalah kebaya. Sebenarnya kebaya merupakan pakaian adat yang juga terdapat di berbagai daerah lain. Namun tentu ada pembeda motif kebaya Sunda yang khas. Kebaya sendiri merupakan pakaian blus tradisional yang dikenakan oleh wanita dan dibuat dari bahan tipis. Pakaian ini dikenakan juga bersama sarung, batik, atau pakaian rajutan lain misalnya songket.

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian adat khas suku Sunda juga dibagi ke dalam beberapa golongan. Ada pakaian adat untuk rakyat jelata, golongan menengah, dan pakaian adat khusus kaum ningrat. Pakaian adat ini juga dibedakan juga peruntukkannya bagi wanita dan pria. Berikut ini adalah bagian-bagian pakaian adat untuk pria Sunda :

  • Baju jas dengan kerah yang menutup leher, pakaian ini disebut dengan nama Jas Takwa.
  • Kain batik yang disebut dengan nama Kain Dodot.
  • Celana panjang yang sewarna dengan pakaian atas.
  • Kalung.
  • Penutup kepala yang disebut dengan Bendo.
  • Keris yang dimasukkan di belakang pinggang.
  • Selopalas kaki.
  • Jam rantai atau rantai kuku macam untuk menghiasai Jas Takwa.

Sedangkan pakaian adat khas suku Sunda untuk wanita Sunda adalah sebagai berikut :

  • Baju kebaya dengan motif polos yang berhiasakan manik-manik atau sulaman.
  • Kain batik yang dinamai dengan Kain Kebat Dilepe.
  • Ikat pinggang yang disebut dengan Beubur, berfungsi untuk mengencangkan kain batik.
  • Selendang yang dinamai Karembong untuk penghias busana.
  • Hiasan kembang goyang yang berada di atas kepala serta bunga melati yang dirangkai untuk menghiasi sanggul.
  • Kalung
  • Alas kaki selop yang memiliki warna sama dengan kebaya.

Itulah bagian-bagian dari pakaian adat Sunda. Pakaian adat khas suku Sunda  ini banyak dipakai pada acara khusus seperti perkawinan misalnya. Pada hari biasa, biasanya pakaian ini dipakai oleh golongan tertentu. Pakaian adat ini masih terus abadi di masyarakat Sunda karena masih sering dipakai, walau dalam momen-momen tertentu.

kolam renang di bandung

Kolam Renang Indoor Di Bandung

Kolam renang Indoor di bandung bisa menjadi pilihan bagi para warga maupun wisatawan yang ingin berwisata renang di bandung dengan menyegarkan badan sekaligus pikiran. Berenang di kolam renang indoor memiliki kelebihan sendiri, tidak perlu takut kepanasan atau kehujanan, sehingga kenyamanan dalam berenang tidak akan terganggu. Berenang di kolam dalam ruangan di Bandung bisa dilakukan di hari biasa, akhir minggu, atau hari libur. Baik itu sendirian, bersama teman atau bersama keluarga.

Salah satu kolam renang indoor di Bandung yang cukup terkenal adalah kolam renang Batununggal. Kolam renang ini terletak di komplek batununggal Indah, Jalan Batununggal Indah IX no. 2, Soekarno Hatta Bandung. Kolam renang yang disediakan disini ada yang air hangat dan air dingin. Ada 3 kolam renang di batununggal ini, yaitu kolam renang kecil untuk anak-anak, kolam air hangat dengan kedalaman maksimal 1,5 meter dan kolam air biasa dengan kedalaman maksimal 1,8 meter. Selain kolam fasilitas lain di areal ini adalah aerobic dan fitness, tenis indoor, bulutangkis, billiard, Sauna, dan whirlpool.

Kolam Renang Di Batununggal

Kolam Renang Di Batununggal

Kolam renang indoor di Bandung lainnya ada di areal Bikasoga Sport Center suryalaya Indah 1-3 Bandung. Letaknya tidak jauh dari buah batu. kolam ini terdiri dari 1 kolam dewasa serta satu kolam kecil. fasilitas kolam air hangat tersedia sewaktu weekend. Kolam renang dalam ruangan di Bandung juga ada di Jalan Cipaku XI no. 2. Tempat ini memiliki 4 kolam renang, yaitu satu kolam renang air hangat indoor, 1 kolam renang air biasa untuk anak, dan 2 kolam renang air dingin outdoor.

Selain di Batununggal, Cipaku, dan Bikasoga, kolam renang indoor di Bandung lainnya terdapat di Sampoerna Sport Center dan kolam renang Tirta Mulya. Kolam renang sampoerna sport center terdapat di Jl. Padasaluyu No 10, Bandung. Sedangkan kolam renang tirta mulya terdapat di Jl. Soemawinata no 88, Tanimulya. Selain kolam renang indoor, disini juga tersedia fasilitas gym atau fitness, rumah makan dan kolam renang air panas untuk anak-anak.

situs karangmulya

Situs Karangkamulyan

Situs Karangkamulyan adalah sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha. Legenda situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh. Cerita ini banyak dibumbui dengan kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran).

Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana.

Kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda. Batu-batu ini berada di dalam sebuah bangunan yang strukturnya terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar. Batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan menyimpan kisahnya sendiri, begitu pula di beberapa lokasi lain yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau mitos tentang kerajaan Galuh seperti : pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.

Situs Karangkamulyan terletak di daerah berhawa sejuk dan telah dilengkapi dengan areal parkir yang luas dengan pohon-pohon besar. Setelah gerbang utama, situs pertama yang akan dilewati adalah Pelinggih (Pangcalikan). Pelinggih merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam golonganYoni (tempat pemujaan) yang letaknya terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni tersebut terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga, sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen (kubur batu). Letaknya berada dalam sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 meter. Seperti yang telah disebutkan bahwa kebanyakan benda-benda yang berada di lokasi ini berbentuk bebatuan. Batu-batu tersebut berada dalam sebuah struktur bangunan yang sangat unik bentuknya. Bangunan tersebut antara lain:

Sanghyang Bedil

Tempat yang disebut “Sanghyang Bedil” merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60×40 cm dan 20×8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, “Sanghyang Bedil” dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

Penyabungan Ayam

Penyabungan Ayam

Penyabungan Ayam

Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi “Sanghyang Bedil“, kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat sekitar situs menganggap tempat ini merupakan tempat sabung ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memilih raja yang dilakukan dengan sistem demokrasi.

Lambang Peribadatan

Batu yang disebut sebagai “Lambang Peribadatan” merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan kebudayaan megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.

Panyandaran

Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat kelahiran Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.

Cikahuripan

Di lokasi “Cikahuripan” tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut “Cikahuripan” karena dianggap berisi air kehidupan (dimana air dipercaya sebagai lambang kehidupan). Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

Makam Adipati Panaekan

Di lokasi Makam Adipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis di Bandung. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.

curug tilu leuwi opat

Curug Tilu Leuwi Opat

Curug Tilu Leuwi Opat merupakan area wisata yang juga dikembangkan sebagai sarana pendidikan dan sarana pelatihan. Kawasan wisata ini sangat cocok untuk liburan bersama keluarga atau bersama teman-teman.  Curug Tilu Leuwi Opat telah dirintis pendiriannya sejak tahun 1996, tepatnya tanggal 7 Juli 1996. Pada waktu itu sudah mulai dibangun dan dikembangkan sarana wisata ini namun baru terealisasikan tepatnya tanggal 7 Juli 2006. Curug Tilu Leuwi Opat adalah salah satu tempat wisata di Kota Kembang yang sangat natural dan layak untuk dikunjungi saat liburan di Bandung bersama keluarga Anda. Tempat ini bisa menjadi sarana rekreasi, pendidikan, dan sarana tim building yang sangat menyenangkan dan bermanfaat.

Curug Tilu merupakan air terjun yang berada di area wana wisata Ciwangun Indah Camp. Mengapa bernama Curug Tilu? Kata tilu dalam bahasa Sunda berarti tiga. Tiga yang dimaksud tersebut kemungkinan berasal dari jumlah tingkatan terjunan air di sana.  Curug ini cukup unik dan tinggi dengan ketinggian sekitar 10 m dengan lebar sekitar 2 m.  Di bagian bawahnya terdapat kolam yang memiliki kedalaman sekitar 3 m. Curug Tilu terletak di Kampung Ciwangun RT. 03 RW. 15 tepatnya di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Bila Anda agak bingung, letak lebih spesifik dari tempat wisata ini adalah Belakang Villa Istana Bunga Pos 13. Bila sedikit melihat sejarah pembangunannya, tanggal 7 Juli 1996 merupakan perencanaan awal dari pembangunan tempat wisata alam tersebut, namun pada kenyataannya rencana tersebut baru bisa terealisasikan tanggal 7 Juli 2006.

air terjun curug tilu leuwi opat

Air Terjun Curug Tilu Leuwi Opat

Bila Anda mencoba berkunjung ke sana Anda tidak akan rugi karena banyak sekali hal yang bisa Anda lakukan. Curug Tilu Leuwi Opat memiliki banyak fasilitas outbond antara lain Bumi Perkemahan Pramuka/Umum, Flying Fox, Gazeebo, Rakit, Paparahuan,  Jembatan Titian/Keseimbangan, Rock Climbing, Spider Web, dan  Tradisional Games. Bila Anda ingin melatih anak-anak Anda untuk sejenak melupakan hingar bingar dan segala fasilitas kehidupan modern, mengajak anak Anda berkemah di tempat ini adalah pilihan yang sangat tepat. Dengan berkemah, seseorang akan menjadi lebih dekat dengan alam, dan tentu saja akan lebih bersyukur terhadap semua karunia Yang Maha Kuasa setelah melihat sendiri betapa alam sudah menyediakan banyak hal untuk kita nikmati. Perkemahan juga cocok untuk melatih kerjasama tim dan kemandirian bagi para pramuka-pramuka muda.

Kemudian bila Anda ingin melatih keberanian dan menguji adrenalin Anda maupun keluarga, Anda bisa mencoba flying fox dan jembatan keseimbangan. Jika tidak berani mencoba, akan menimbulkan penyesalan meskipun saat menyaksikan saja sudah ngeri. Hal menyenangkan lainnya yang bisa Anda lakukan adalah wisata air dengan Paparahuan. Wisata ini akan memberikan sensasi berbeda bagi Anda dan keluarga. Untuk Anda pecinta panjat tebing, Anda bisa mencoba fasilitas Rock Climbing yang sudah tersedia di tempat wisata ini. Masih ada lagi Spider Web untuk melatih kretifitas dan kelincahan. Meskipun saat ini sudah era laptop, komputer, dan berbagai permainan video game, tidak ada salahnya kita mengenalkan pada anak-anak mengenai serunya permainan-permainan tradisional. Permainan tradisional justru lebih mendekatkan kita dengan rekan dan lebih melatih kreatifitas, jadi ber-outbond di Curug Tilu Leuwi Opat memang perlu dicoba jika anda sedang liburan di Bandung.