Tag Archives: liburan bandung

The Secret Factory Outlet

The Secret Factory Outlet

The Secret Factory Outlet

The Secret Factory Outlet

Bandung terkenal sebagai kota mode Indonesia. Sebutan itu bukan tanpa alasan diberikan, karena Bandung merupakan gudangnya fashion. Di Bandung terdapat banyak tempat untuk berbelanja, seperti Jalan Cihampelas yang beragam pilihan jeans-nya, Cibaduyut untuk para pencinta sepatu, dan yang pasti terdapat banyak factory outlet dan butik ternama yang menyuguhkan surga fashion bukan hanya untuk para wanita namun juga bagi kaum pria. Factory outlet sangat populer di Bandung, banyak tersebar di seluruh kota, terutama di jalan-jalan pusat kota Bandung. Factory outlet menjual berbagai macam produk fashion diantaranya; pakaian, tas, sepatu, aksesoris, ikat pinggang, dompet, jam tangan, topi, dan banyak lagi. Anda bisa menikmati waktu belanja di Bandung dengan menyenangkan. Harganya pun bersaing dan relatif lebih murah dibandingkan tempat lain, tentu dengan banyak ragam pilihan.

Bandung memang terkenal dengan berbagai factory outlet yang tahun demi tahun jumlahnya terus meningkat. Factory outlet memang tidak pernah sepi pengunjung. Jadi belanja di Bandung, Anda tidak perlu bingung. Setiap akhir pekan dan hari libur banyak orang dari luar kota dan bahkan turis mancanegara yang datang menyerbu factory outlet. Berbagai macam merk dan brand lokal dan internasional akan mudah Anda jumpai di factory outlet, dan harganya pun tidak akan membuat Anda merogok kocek terlalu dalam. Mereka berbondong-bondong ke Bandung untuk berbelanja dan juga bersantai, karena selain surga fashion, Bandung juga terkenal dengan tempat wisata dan surga kulinernya. Ada banyak factory outlet yang terletak di berbagai wilayah di kota Bandung. Tentu hal tersebut akan membantu dalam menemukan tempat untuk berbelanja. Banyak factory outlet yang sangat populer dan terkenal di Bandung. Mereka menyediakan tempat yang nyaman. Bahkan jika Anda tidak suka berbelanja pakaian, Anda masih dapat bersantai di factory outlet yang menyediakan kafe atau restoran untuk Anda dan keluarga.

Belanja di Bandung sudah menjadi hal yang lumrah bagi penduduk lokal, serta kebanyakan pendatang dari luar kota maupun turis asing. Banyak factory outlet yang selalu banjir pelanggan dan Anda harus bersiap untuk menunggu antrian hanya untuk mencoba pakaian. Kerumunan gila tentu memuncak pada akhir pekan. Bukan saja menyajikan produk fashion, kebanyakan factory outlet memiliki sebuah kafe / restoran. Hal tersebut tentu membuat kebanyakan keluarga yang ingin berbelanja dan bersantai memilih factory outlet sebagai tempat tujuan mereka.

Salah satu factory outlet yang popular di Bandung adalah The Secret Factory Outlet, disana Anda disediakan tempat yang elegan dengan desain arsitekturnya yang menarik, unik, dan minimalis. Tersedia juga pakaian lengkap mulai dari wanita hingga anak-anak. Selain itu disediakan Wi-Fi gratis bagi Anda yang gemar berselancar di dunia maya dan juga ada sebuah halaman yang nyaman dan bagus untuk Anda bersantai. The Secret Factory Outlet ini terletak di Jalan Riau. Ditata dengan apik, baik, dan dirancang dengan sentuhan modern membuat The Secret Factory Outlet semakin menawan dan membuat orang yang melihatnya penasaran untuk datang kesana. Pencahayaan bangunannya pun sangat terlihat bagus di malam hari. Belanja di Bandung? The Secret Factory Outlet bisa menjadi tempat yang tepat untuk pilihan Anda dan keluarga berbelanja.

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

Jika Anda berencana untuk melakukan liburan di Bandung, tidak ada salahnya Anda mencoba tempat wisata yang satu ini. Tempat wisata ini dinamakan Observatorium Bosscha, yang merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung. Observatorium Bosscha juga merupakan salah satu tempat peneropongan bintang terbesar di Asia Tenggara, bahkan salah satu teropongnya merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. Tiap harinya, Observatorium Bosscha dikunjungi oleh lebih dari 600 pelajar dan mahasiswa. Para pengunjung yang datang bukan hanya yang tertarik dengan ilmu astronomi saja, tetapi tidak jarang juga yang hanya berfoto di depan bangunan termasyhur itu.

Observatorium Bosscha dibangun oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda pada tahun 1920 demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Penyandang dana utama kala itu adalah Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar. Sebagai penghargaan atas jasa beliau, maka observatorium ini dinamakan Observatorium Bosscha. Selain teleskop Zeiss yang terkenal, tempat ini juga memiliki beberapa teleskop lain. Teleskop refraktor ganda Zeiss merupakan jenis refraktor yang terdiri dari 2 teleskop utama dan 1 teleskop pencari (finder). Teleskop Zeiss biasanya digunakan untuk berbagai penelitian astronomi, antara lain untuk pengamatan astrometri, khususnya untuk memperoleh orbit bintang ganda visual. Teleskop Schmidt Bima Sakti merupakan teleskop yang memiliki sistem optik Schmidt sehingga sering disebut Kamera Schmidt. Teleskop ini biasa digunakan untuk mempelajari struktur galaksi Bima Sakti dan spektrum bintang, mengamati asteroid, supernova dan untuk memotret objek langit lainnya. Teleskop refraktor Bamberg merupakan teleskop yang sejenis dengan Zeiss dengan ukuran yang lebih kecil. Teleskop Bamberg ini biasa digunakan untuk menera terang bintang, menentukan skala jarak, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, pengamatan matahari, dan untuk mengamati benda langit lainnya. Teleskop Cassegrain GOTO merupakan teleskop yang diperoleh berkat bantuan dari kementrian luar negeri Jepang pada tahun 1989. Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatan hilal, gerhana bulan dan gerhana matahari, serta pemotretan bintik matahari dan benda-benda langit lainnya.

Bangunan tempat teleskop-teleskop itu berada pun bisa dibilang cukup unik. Observatorium Bosscha berbentuk kubah dengan sebuah jendela di atap yang bisa dibuka selebar 3 meter. Kubah tersebut dapat diputar ke segala penjuru arah, demikian juga dengan teleskopnya, sehingga seluruh obyek langit dengan ketinggian lebih dari 20 derajat dapat dijangkau oleh teleskop Zeiss. Dari luar, bangunan yang berwarna putih itu memang tampak agung berdiri di antara rerumputan hijau yang terawat dan pohon-pohon cemara dan pinus yang teduh. Pengunjung biasanya tidak henti-hentinya mengabadikan tempat ini sambil berfoto ria. Terdapat 2 jenis kunjungan di Observatorium Bosscha, yaitu kunjungan siang dan kunjungan malam. Kunjungan siang buka hampir setiap hari kecuali hari minggu, sedangkan kunjungan malam hanya dibuka 3 kali dalam satu bulan, dan hanya pada bulan kemarau. Pengunjung juga diharuskan untuk terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui sekretariat Observatorium Bosscha di ITB.

Berwisata tidak harus mencari keindahan panorama alam atau rekreasi semata, namun berwisata untuk mendapatkan pengetahuan juga bisa jadi pilihan yang tepat untuk keluarga Anda. Liburan di Bandung tidak akan lengkap jika belum mengunjungi Observatorium Bosscha. Selain sebagai sarana refreshing, berlibur ke tempat ini juga dapat menambah wawasan Anda dan keluarga tentang ilmu perbintangan.

Kampung Gajah

Kampung Gajah

Kampung Gajah

Kampung Gajah

Liburan di Bandung tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi tempat perbelanjaan dan tempat wisata eksotis. Sebagian orang sudah tidak asing lagi jika berpergiaan ke pusat perbelanjaan di Bandung. Berbagai barang murah dan unik dengan kualitas yang baik pun dapat Anda dapatkan di kota ini. Namun, tahukah Anda tempat wisata unik lainnya yang ada di Bandung? Artikel ini akan membahas tentang salah satu tempat wisata yang menjadi daya tarik Bandung.

Bandung, kota yang berhawa sejuk, memiliki banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi dengan akses mudah. Jika di Jakarta terdapat Kampung Betawi yang menjadi objek wisata menarik, di Bandung juga terdapat “Kampung Gajah Wonderland” yang tidak kalah menariknya. Dilihat dari namanya, terlintas adalah sebuah taman atau penangkaran gajah. Faktanya, tempat ini adalah tempat rekreasi yang berkonsep “On Stop Recreation”. Pengunjung dapat membawa seluruh anggota keluarga untuk berlibur ke Kampung Gajah Wonderland tanpa harus takut tidak semua keluarga dapat menikmati permainan. Konsep ini memudahkan Pengunjung untuk menyenangkan hati anggota keluarga lainnya karena terdapat berbagai macam permainan yang diperuntukan bagi anak-anak hingga dewasa.

Kampung Gajah Wonderland yang terletak di Jalan Sersan Bajuri Km 3.8 Bandung dan telah berdiri sejak 25 Desember 2010 ini memiliki  lebih dari 20 atraksi menakjubkan dan sekitar 36 wahana yang bisa dijelajahi bersama dengan keluarga. Cukup dengan membayar biaya masuk Rp. 25.000,- dan Rp. 15.000,- untuk motor, serta tiket terusan Rp. 150.000,- untuk hari biasa dan Rp. 200.000,- pada akhir pekan, pengunjung dapat menikmati berbagai macam fasilitas dan wahana yang ada di Kampung Gajah Wonderland. Permainan-permainan tersebut diantaranya Formula Kart, Cross, Segway, 4D Rider, Delman Royal, Mini ATV, hingga permainan yang memacu adrenalin seperti ATV Adventure, Tubby Slide, Sky Rider, dan lainnya. Tiketnya pun terbilang murah yaitu untuk ATV motor seharga Rp. 30.000,-untuk 10 menit (1-2 orang), ATV mobil Rp. 40.000,- untuk 10 menit (1-2 orang) dan Buggy Car Rp. 150.000,- untuk 10-20 menit (2-6 orang). Area Children Playground dan Rumah Teletubbies juga tersedia bagi pengunjung yang membawa serta anak-anaknya yang masih kecil.

Kampung Gajah - Fun Boat

Kampung Gajah – Fun Boat

Bagi pengunjung yang menyukai keindahan alam kota Bandung, Anda akan dimanjakan oleh fasilitas Kampung Gajah yang menyediakan wahana Sky View. Wahana ini menawarkan melihat pemandangan Bandung dari ketinggian 25 meter dengan menggunakan balon udara yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Mata akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan pegunungan dan merasakan terpaan angin Lembang yang sejuk. Pemandangan Kota Bandung dari ketinggian merupakan salah satu hidangan gratis untuk mata pengunjung Kampung Gajah. Kalau kurang puas, tersedia balon udara yang akan melayang setinggi 10 meter.

Tidak hanya menyediakan permainan untuk segala usia, Kampung Gajah Wonderland juga menggabungkan konsep wisata alam, belanja dan kuliner dalam satu lokasi sepeti slogan yang diusung yaitu “fun, exotic, recreation“. Bagi pecinta kuliner, terdapat empat macam restoran yang tersaji mulai dari restoran ala Jepang, Western, Asia dan Indonesia. Selain restoran, pengunjung pun masih bisa mencicipi masakan lokal seperti tahu gejrot khas Cirebon dengan harga pedagang asongan. Makanan lokal itu bisa disantap dengan Rp. 8.000,- per porsi. Seusai mengisi perut, jika Anda adalah pecinta fashion yang up to date dapat langsung berbelanja di factory outlet.

Tidak sulit bukan untuk mengajak seluruh anggota keluaga berekreasi bersama di tempat sejuk dan nyaman? Tentu, karena Kampung Gajah Wonderland dapat menjadi alternatif Anda selama liburan di Bandung. Selamat berekreasi!

Dago Pakar

Dago Pakar

Dago Pakar

Dago Pakar

Bandung kini sudah semakin padat seiring dengan makin tingginya urbanisasi masyarakat di sekitar Bandung yang menetap, baik sementara maupun permanen, di ikon provinsi Jawa Barat ini. Oleh karena itu, Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di Jalan Ir. H Djuanda menjadi alternatif wisata hijau di tengah cuaca Kota Bandung yang semakin panas karena keterdesakan ruang terbuka hijau oleh industri. Taman hutan ini menyuguhkan panorama hutan Kawasan Bandung Utara dimana menjadi penyumbang udara bersih dan pasokan air yang kian menipis jumlahnya.

Selain itu, kawasan ini terkenal dengan restoran-restoran dan tempat nongkrongnya. Suasana romantis yang terpancar dari pemandangan lampu-lampu di Kota Bandung kala malam menjelang, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Para pengunjung biasanya datang ke tempat ini untuk mencari suasana berbeda dari kebiasaan rutin mereka yang padat dan menjemukan. Dengan penerangan yang pas, lagu-lagu romantis yang mengalun dan pemandangan Bandung yang indah di setiap kafé dan restoran disini menjadikan tempat ini cocok bagi para pasangan yang ingin menghabiskan malam minggu romantis mereka dalam rangka liburan di Bandung. Lokasinya yang tak seberapa jauh dari pusat kota membuat untuk mencapai kawasan wisata hutan kota ini tak susah. Tahura atau yang lebih dikenal dengan Dago Pakar ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 50 menit saja dari alun-alun kota.

Kawasan yang berada di sekitar Dago Pakar ini sangat sejuk karena banyak ditumbuhi pohon-pohon yang rindang. Selain itu, ada juga kolam ikan yang cukup luas yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata air. Taman hutan raya / Dago Pakar ini sesuai fungsinya sebagai taman hutan raya, yaitu sebagai tempat konservasi flora dan fauna. Tak hanya itu saja, Dago Pakar ini juga berfungsi sebagai lokasi untuk pendidikan dan penelitian botani, sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi yang berada di alam terbuka. Walaupun Dago Pakar ini merupakan lokasi yang sangat cocok digunakan sebagai tempat wisata saat liburan di Bandung, tetapi sebenarnya tujuan utama didirikan Dago Pakar ini bukanlah untuk merauk keuntungan finansial.

Di kawasan Dago Pakar juga terdapat gua peningalan penjajah Jepang dan Belanda. Gua ini juga dapat dijadikan sebagai lokasi liburan wisata yang cocok di Bandung. Selain terdapat gua, terdapat curug yang menambah keindahan dri kawasan Dago Pakar. Goa Jepang, goa Belanda, curug Dago dan hutan alam yang indah bisa kita nikmati di kawasan ini. Goa Belanda dan Goa Jepang merupakan peninggalan masa penjajahan Jepang dan Belanda yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan juga sebagai gudang senjata. Untuk  sarana penunjang, pihak pengelola Tahura menyediakan sejumlah gazebo-gazebo yang terkadang dimanfaatkan oleh para pengunjung sebagai tempat ngariung ketika menikmati bekal. Selain itu terdapat panggung terbuka, mushola dan tempat bermain anak. Pengunjung reguler biasanya memadati tempat ini saat akhir pekan, sedangkan rombongan dari sekolah atau tim penelitian biasanya datang di hari-hari biasa.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang berdatangan ke Dago Pakar, maka restoran-restoran baru pun mulai bermunculan yang membawa serta konsep dan produk baru. Dengan pertambahan jumlah kafe dan restoran ini pun, pilihan tempat bagi para pengunjung ikut bertambah, dari sekedar tempat ngopi, pub, rumah makan tradisional hingga restoran bertaraf internasional pun hadir mewarnai persaingan bisnis di kawasan ini.

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung didirikan pada tanggal 27 Juli 1920, pada masa pemerintahan Hindia Belanda gedung ini disebut Gaevernements Bedrijven (GB) atau Government Companies. Gedung Sate Bandung  dibangun selama  kurun waktu empat tahun dari tahun 1920-1924 dengan menghabiskan biaya enam juta gulden dan angka ini disimbolkan dalam enam ornamen pada tusuk sate di puncak  gedung .

Gedung Sate Bandung adalah hasil karya dan kreasi dari sebuah Tim arsitek muda kenamaan lulusan fakultas Teknik Deft Nederland yang terdiri dari Ir.G. hendriks, Ir.J.Gerber serta pihak Gemente Van Bandoeng yang diketuai oleh Kol.pur.VL.Slors. Peletakan batu pertama bangunan Gedung sate Bandung dilakukan oleh Catherine Coops, yaitu puteri sulung walikota Bandung ketika itu, B.Coops dan Petronella Roelofsen.

Proses pembangunan Gedung Sate Bandung melibatkan 200 orang pekerja, diantaranya 150 orang adalah pemahat atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu yang berasal dari Kongku atau Kanton berkebangsaan China. Selebihnya ,melibatkan pekerja dari kampung Sekeloa, kampung Coblong Dago, kampung Cibarengkok dan kampung Gandok. Mereka adalah tukang batu, kuli aduk dan peladen. Sebelumnya mereka telah menggarap Gedong Sirap (kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).

Diawal tahun 1924 ,berhasil dibangun dan diselesaikan kantor pusat PTT dan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan induk bangunan utama GB yang selesai dikerjakan pada bulan september 1924 termasuk juga diselesaikannya bangunan untuk perpustakaan. Didepan Gedung Sate Bandung dibangun dan didirikan sebuah tugu (batu) peringatan untuk mengenang tewasnya yang berjuang melawan pasukan Inggris Brigade Gurkha dari Angkatan Darat pada akhir tahun 1945. Dan sekarang Gedung Sate menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus ikon kota Bandung yang terkenal di seluruh pelosok Indonesia.

Gedung Sate Bandung, yang terletak di Jalan Diponegoro No.22 ini, dapat dijadikan manifestasi sejarah yang membentuk kota Bandung dan tak akan pernah lekang oleh waktu. Banyak kalangan arsitek dan para ahli bangunan mengatakan bahwa Gedung Sate Bandung adalah bangunan monumental yang anggun dan mempesona dengn gaya arsitektur unik mengarah ke bentuk gaya arsitektur Indo Eropa sehingga keanggunan Candi Borobudur ikut mewarnai struktur bangunan Gedung Sate Bandung.

Didepan Gedung Sate Bandung  terdapat Lapangan Gasibu, sebuah lapangan olahraga yang seringkali digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti konser musik, bazar, dan bahkan selalu dijadikan pasar rakyat yang diadakan seminggu sekali setiap akhir pekan. Hampir setiap akhir pekan kawasan Gedung Sate Bandung dipenuhi seluruh masyarakat Bandung baik itu dalam rangka melakukan aktivitas olahraga maupun mengunjungi pasar rakyat yang tumpah ruah hingga ke tepi jalan raya dan menyebabkan kemacetan disekitar Gedung Sate Bandung dan Lapangan Gasibu. Wisata Kuliner, pakaian hingga kebutuhan yang lainnya tersedia di pasar rakyat ini dan juga harga yang terjangkau, dan kemegahan serta keanggunan Gedung Sate Bandung adalah salah satu daya tarik yang luar biasa untuk masyarakat Bandung berkumpul di Lapangan Gasibu di setiap akhir pekan.