Monthly Archives: August 2014

Tempat Makan Enak & Murah Di Bandung

Tempat Makan Enak & Murah Di Bandung

Apakah tempat makan enak & murah di Bandung yang anda cari? Jika benar demikian, maka carilah tempat-tempat berikut.  Beberapa tempat memang tak begitu terkenal di kalangan wisatawan, begitu pun bagi penduduk Bandung. Namun demikian, tempat ini bisa dikatakan sebagai tempat yang memang benar-benar murah dengan menu yang tak perlu diragukan lagi. Berikut ini adalah beberapa tempat makan enak & murah di Bandung antara lain meliputi :

Warung Bu Eha

Tak banyak orang yang tahu tentang keberadaan tempat makan Bandung enak murah ini. Hal ini disebabkan karena warung ini berada di dalam pasar Cihapit. Secara lokasi, pasar Cihapit sendiri sebenarnya masih berada di wilayah jalan Riau Bandung. Dengan kata lain lokasinya tak jauh dari pusat perbelanjaan FO. Kendati letaknya di dalam pasar, Warung Bu Eha bisa dikatakan menyimpan sejarah yang sangat panjang. Bayangkan saja, warung ini telah berdiri sejak tahun 1947.

Bukan hanya itu, berdasarkan informasi yang beredar, konon warung ini adalah warung langganan Ir. Soekarno dan istri keduanya, Ibu Inggit Ganarsih. Dari sejarah panjang tersebut, hingga kini warung tersebut masih ramai dikunjungi. Bukan semata-mata karena sejarahnya, tetapi juga karena citarasa makanan khas Bandung yang enak dan harganya yang sangat terjangkau. Pengunjung bisa makan di warung ini dengan harga kurang dari Rp. 20.000.

Steak Ranjang

Steak Ranjang

Steak Ranjang

Siapa bilang produk olahan daging itu mahal, terutama jika diolah menjadi steak. Steak Ranjang yang berada di jalan Dipati Ukur No. 68, Bandung ini, justru menawarkan konsep steak dengan harga yang sangat terjangkau. Bayangkan saja olahan daging yang dijual di tempat makan Bandung enak murah ini bisa didapat dengan harga Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 saja. Sungguh, harga yang pantas untuk kantong pelajar dan makasiswa. Karenanya tak heran jika tempat ini banyak dikunjungi leh pelajar dan mahasiswa.

Mie Reman

Namanya mungkin menyerempet pada Ramen, sebagai produk olahan mie dari Jepang. Hal itu sangatlah benar, sebab tempat ini memang menyajikan ramen sebagai produk unggulannya. Namun demikian, reman mungkin juga berkaitan dengan pelesetan istilah setempat yang merujuk pada preman. Hal itu juga benar, namun bukan preman dalam artian sebenarnya. Namun lebih merujuk pada umpatan kasar yang seringkali dilontarkan oleh preman, semisal umpatan yang merujuk pada “binatang haram berkaki empat”, goblok dan sebagainya.

Umpatan ini, memang kerap terdengar saat seseorang memakan makanan panas dengan citarasa yang pedas. Ya, ramen di tempat makan Bandung enak murah ini memang memiliki citarasa pedas, mulai dari tingkatan terendah (level 1)hingga ke tingkatan yang super pedas (level 5+). Perkara harga, umpatan kasar di atas mungkin akan kembali terdengar, bukan karena mahalnya, tetapi karena murahnya. Bayangkan saja 1 porsi ramen dihargai hanya 11 ribuan saja.         

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian adat khas suku Sunda yang banyak dikenal  adalah kebaya. Sebenarnya kebaya merupakan pakaian adat yang juga terdapat di berbagai daerah lain. Namun tentu ada pembeda motif kebaya Sunda yang khas. Kebaya sendiri merupakan pakaian blus tradisional yang dikenakan oleh wanita dan dibuat dari bahan tipis. Pakaian ini dikenakan juga bersama sarung, batik, atau pakaian rajutan lain misalnya songket.

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Pakaian adat khas suku Sunda juga dibagi ke dalam beberapa golongan. Ada pakaian adat untuk rakyat jelata, golongan menengah, dan pakaian adat khusus kaum ningrat. Pakaian adat ini juga dibedakan juga peruntukkannya bagi wanita dan pria. Berikut ini adalah bagian-bagian pakaian adat untuk pria Sunda :

  • Baju jas dengan kerah yang menutup leher, pakaian ini disebut dengan nama Jas Takwa.
  • Kain batik yang disebut dengan nama Kain Dodot.
  • Celana panjang yang sewarna dengan pakaian atas.
  • Kalung.
  • Penutup kepala yang disebut dengan Bendo.
  • Keris yang dimasukkan di belakang pinggang.
  • Selopalas kaki.
  • Jam rantai atau rantai kuku macam untuk menghiasai Jas Takwa.

Sedangkan pakaian adat khas suku Sunda untuk wanita Sunda adalah sebagai berikut :

  • Baju kebaya dengan motif polos yang berhiasakan manik-manik atau sulaman.
  • Kain batik yang dinamai dengan Kain Kebat Dilepe.
  • Ikat pinggang yang disebut dengan Beubur, berfungsi untuk mengencangkan kain batik.
  • Selendang yang dinamai Karembong untuk penghias busana.
  • Hiasan kembang goyang yang berada di atas kepala serta bunga melati yang dirangkai untuk menghiasi sanggul.
  • Kalung
  • Alas kaki selop yang memiliki warna sama dengan kebaya.

Itulah bagian-bagian dari pakaian adat Sunda. Pakaian adat khas suku Sunda  ini banyak dipakai pada acara khusus seperti perkawinan misalnya. Pada hari biasa, biasanya pakaian ini dipakai oleh golongan tertentu. Pakaian adat ini masih terus abadi di masyarakat Sunda karena masih sering dipakai, walau dalam momen-momen tertentu.