Monthly Archives: July 2014

kolam renang di bandung

Kolam Renang Indoor Di Bandung

Kolam renang Indoor di bandung bisa menjadi pilihan bagi para warga maupun wisatawan yang ingin berwisata renang di bandung dengan menyegarkan badan sekaligus pikiran. Berenang di kolam renang indoor memiliki kelebihan sendiri, tidak perlu takut kepanasan atau kehujanan, sehingga kenyamanan dalam berenang tidak akan terganggu. Berenang di kolam dalam ruangan di Bandung bisa dilakukan di hari biasa, akhir minggu, atau hari libur. Baik itu sendirian, bersama teman atau bersama keluarga.

Salah satu kolam renang indoor di Bandung yang cukup terkenal adalah kolam renang Batununggal. Kolam renang ini terletak di komplek batununggal Indah, Jalan Batununggal Indah IX no. 2, Soekarno Hatta Bandung. Kolam renang yang disediakan disini ada yang air hangat dan air dingin. Ada 3 kolam renang di batununggal ini, yaitu kolam renang kecil untuk anak-anak, kolam air hangat dengan kedalaman maksimal 1,5 meter dan kolam air biasa dengan kedalaman maksimal 1,8 meter. Selain kolam fasilitas lain di areal ini adalah aerobic dan fitness, tenis indoor, bulutangkis, billiard, Sauna, dan whirlpool.

Kolam Renang Di Batununggal

Kolam Renang Di Batununggal

Kolam renang indoor di Bandung lainnya ada di areal Bikasoga Sport Center suryalaya Indah 1-3 Bandung. Letaknya tidak jauh dari buah batu. kolam ini terdiri dari 1 kolam dewasa serta satu kolam kecil. fasilitas kolam air hangat tersedia sewaktu weekend. Kolam renang dalam ruangan di Bandung juga ada di Jalan Cipaku XI no. 2. Tempat ini memiliki 4 kolam renang, yaitu satu kolam renang air hangat indoor, 1 kolam renang air biasa untuk anak, dan 2 kolam renang air dingin outdoor.

Selain di Batununggal, Cipaku, dan Bikasoga, kolam renang indoor di Bandung lainnya terdapat di Sampoerna Sport Center dan kolam renang Tirta Mulya. Kolam renang sampoerna sport center terdapat di Jl. Padasaluyu No 10, Bandung. Sedangkan kolam renang tirta mulya terdapat di Jl. Soemawinata no 88, Tanimulya. Selain kolam renang indoor, disini juga tersedia fasilitas gym atau fitness, rumah makan dan kolam renang air panas untuk anak-anak.

situs karangmulya

Situs Karangkamulyan

Situs Karangkamulyan adalah sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha. Legenda situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh. Cerita ini banyak dibumbui dengan kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran).

Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana.

Kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda. Batu-batu ini berada di dalam sebuah bangunan yang strukturnya terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar. Batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan menyimpan kisahnya sendiri, begitu pula di beberapa lokasi lain yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau mitos tentang kerajaan Galuh seperti : pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.

Situs Karangkamulyan terletak di daerah berhawa sejuk dan telah dilengkapi dengan areal parkir yang luas dengan pohon-pohon besar. Setelah gerbang utama, situs pertama yang akan dilewati adalah Pelinggih (Pangcalikan). Pelinggih merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam golonganYoni (tempat pemujaan) yang letaknya terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni tersebut terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga, sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen (kubur batu). Letaknya berada dalam sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 meter. Seperti yang telah disebutkan bahwa kebanyakan benda-benda yang berada di lokasi ini berbentuk bebatuan. Batu-batu tersebut berada dalam sebuah struktur bangunan yang sangat unik bentuknya. Bangunan tersebut antara lain:

Sanghyang Bedil

Tempat yang disebut “Sanghyang Bedil” merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60×40 cm dan 20×8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, “Sanghyang Bedil” dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

Penyabungan Ayam

Penyabungan Ayam

Penyabungan Ayam

Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi “Sanghyang Bedil“, kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat sekitar situs menganggap tempat ini merupakan tempat sabung ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memilih raja yang dilakukan dengan sistem demokrasi.

Lambang Peribadatan

Batu yang disebut sebagai “Lambang Peribadatan” merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan kebudayaan megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.

Panyandaran

Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat kelahiran Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.

Cikahuripan

Di lokasi “Cikahuripan” tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut “Cikahuripan” karena dianggap berisi air kehidupan (dimana air dipercaya sebagai lambang kehidupan). Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

Makam Adipati Panaekan

Di lokasi Makam Adipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis di Bandung. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.

Program Pendidikan IPB

Program Diploma IPB

IPB merupakan perguruan tinggi yang berlokasi di Bogor yang pada awalnya merupakan cabang kampus dari Universitas Indonesia ( UI ). Pada tahun 1963 IPB mulai berdiri sendiri di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Sejak saat itu IPB terus mengalami perkembangan yang semakin baik hingga akhirnya terbentuk program pendidikan diploma yang dimulai pada tahun 1980. Pengelolaan program tersebut pada mulanya berada di bawah fakultas non gelar teknologi.

Pada tahun 1990 barulah program ini diintegrasikan dalam pengelolaan fakultas dan jurusan yang hingga saat ini terdapat 34 program studi. Namun pada tahun 2004 program ini kembali mengalami perubahan sehingga diinstruksikan menjadi 16 program keahlian yang pengelolaannya berada di bawah naungan direktorat program diploma IPB. Hingga saat ini program tersebut belum mengalami perubahan lagi dan diharapkan merupakan perkembangan yang terbaik.

Untuk menunjang pendidikan para mahasiswa ada banyak fakultas yang dapat dipilih yang di dalamnya termasuk program diploma. Beberapa fakultas yang ada di IPB di antaranya adalah fakultas pertanian, kedokteran hewan, kehutanan, matematika dan MIPA, ekonomi dan manajemen. Selain itu adapun fakultas pasca sarjana yang tersedia untuk menunjang pendidikan para mahasiswanya. Meskipun bergerak dalam bidang pertanian namun kampus ini juga merupakan perguruan tinggi negeri badan hukum.

Beberapa contoh program studi yang ada di fakultas pertanian IPB di antaranya adalah manajemen sumber daya olahan. Selain itu adapun program studi lain yaitu agronomi dan holtikultura, proteksi tanaman dan arsitektur lanskap. Sedangkan program pendidikan dalam fakultas MIPA meliputi ilmu statistika, meteorologi terapan, biologi, kimia, matematika, ilmu komputer, fisika dan biokomia. Beberapa program studi di atas meliputi ilmu dasar yang berujung pada program pertanian.