Monthly Archives: June 2014

curug tilu leuwi opat

Curug Tilu Leuwi Opat

Curug Tilu Leuwi Opat merupakan area wisata yang juga dikembangkan sebagai sarana pendidikan dan sarana pelatihan. Kawasan wisata ini sangat cocok untuk liburan bersama keluarga atau bersama teman-teman.  Curug Tilu Leuwi Opat telah dirintis pendiriannya sejak tahun 1996, tepatnya tanggal 7 Juli 1996. Pada waktu itu sudah mulai dibangun dan dikembangkan sarana wisata ini namun baru terealisasikan tepatnya tanggal 7 Juli 2006. Curug Tilu Leuwi Opat adalah salah satu tempat wisata di Kota Kembang yang sangat natural dan layak untuk dikunjungi saat liburan di Bandung bersama keluarga Anda. Tempat ini bisa menjadi sarana rekreasi, pendidikan, dan sarana tim building yang sangat menyenangkan dan bermanfaat.

Curug Tilu merupakan air terjun yang berada di area wana wisata Ciwangun Indah Camp. Mengapa bernama Curug Tilu? Kata tilu dalam bahasa Sunda berarti tiga. Tiga yang dimaksud tersebut kemungkinan berasal dari jumlah tingkatan terjunan air di sana.  Curug ini cukup unik dan tinggi dengan ketinggian sekitar 10 m dengan lebar sekitar 2 m.  Di bagian bawahnya terdapat kolam yang memiliki kedalaman sekitar 3 m. Curug Tilu terletak di Kampung Ciwangun RT. 03 RW. 15 tepatnya di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Bila Anda agak bingung, letak lebih spesifik dari tempat wisata ini adalah Belakang Villa Istana Bunga Pos 13. Bila sedikit melihat sejarah pembangunannya, tanggal 7 Juli 1996 merupakan perencanaan awal dari pembangunan tempat wisata alam tersebut, namun pada kenyataannya rencana tersebut baru bisa terealisasikan tanggal 7 Juli 2006.

air terjun curug tilu leuwi opat

Air Terjun Curug Tilu Leuwi Opat

Bila Anda mencoba berkunjung ke sana Anda tidak akan rugi karena banyak sekali hal yang bisa Anda lakukan. Curug Tilu Leuwi Opat memiliki banyak fasilitas outbond antara lain Bumi Perkemahan Pramuka/Umum, Flying Fox, Gazeebo, Rakit, Paparahuan,  Jembatan Titian/Keseimbangan, Rock Climbing, Spider Web, dan  Tradisional Games. Bila Anda ingin melatih anak-anak Anda untuk sejenak melupakan hingar bingar dan segala fasilitas kehidupan modern, mengajak anak Anda berkemah di tempat ini adalah pilihan yang sangat tepat. Dengan berkemah, seseorang akan menjadi lebih dekat dengan alam, dan tentu saja akan lebih bersyukur terhadap semua karunia Yang Maha Kuasa setelah melihat sendiri betapa alam sudah menyediakan banyak hal untuk kita nikmati. Perkemahan juga cocok untuk melatih kerjasama tim dan kemandirian bagi para pramuka-pramuka muda.

Kemudian bila Anda ingin melatih keberanian dan menguji adrenalin Anda maupun keluarga, Anda bisa mencoba flying fox dan jembatan keseimbangan. Jika tidak berani mencoba, akan menimbulkan penyesalan meskipun saat menyaksikan saja sudah ngeri. Hal menyenangkan lainnya yang bisa Anda lakukan adalah wisata air dengan Paparahuan. Wisata ini akan memberikan sensasi berbeda bagi Anda dan keluarga. Untuk Anda pecinta panjat tebing, Anda bisa mencoba fasilitas Rock Climbing yang sudah tersedia di tempat wisata ini. Masih ada lagi Spider Web untuk melatih kretifitas dan kelincahan. Meskipun saat ini sudah era laptop, komputer, dan berbagai permainan video game, tidak ada salahnya kita mengenalkan pada anak-anak mengenai serunya permainan-permainan tradisional. Permainan tradisional justru lebih mendekatkan kita dengan rekan dan lebih melatih kreatifitas, jadi ber-outbond di Curug Tilu Leuwi Opat memang perlu dicoba jika anda sedang liburan di Bandung.

desa mukapayung

Desa Mukapayung

Berwisata alam di Bandung Raya, tentu orang akan langsung berpikiran pada beberapa lokasi terkenal seperti Gunung Tangkuban Perahu di utara, atau Kawah Putih dan sekitarnya di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan. Dua kawasan ini memang menjadi primadona wisata alam di sekitar Bandung Raya. Namun kali ini saya akan mengajak kita untuk berwisata ke tempat yang berbeda, yaitu Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Berbicara Cililin, berdasarkan obrolan dengan beberapa teman, maka yang terlintas adalah satu, longsor. Di Cililin memang pernah terjadi beberapa longsoran besar, seperti pada bulan Maret 2013 di Desa Mukapayung, dan pada 2003 di Desa Kidang Pananjung. Korbannya cukup banyak dan merupakan berita utama pada Koran-koran pada saat itu.

Namun longsor tentu merupakan musibah. Selain itu tentu saja kawasan Cililin memiliki potensi lain yang mungkin belum tergali dengan baik sehingga masyarakat tidak mengetahuinya. Di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, terdapat sebuah kawasan wisata alam yang sangat menarik, namanya “Lembah Curugan Gunung Putri”. Kawasan ini merupakan kawasan wisata yang dikelola oleh masyarakat sekitar dengan memanfaatkan berkah aliran Ci Bitung. Disini masyarakat menggunakan aliran Ci Bitung untuk membuat kolam pancing dan juga kolam renang. Selain itu terdapat pula warung-warung yang menjajakan makanan khas Bandung seperti nasi liwet, ayam bakar, ikan bakar yang tentu menggugah selera. Pesona kawasan ini tidak hanya itu saja. Kawasan ini memiliki pesona geologi yang luar biasa. Kawasan ini termasuk ke dalam Formasi Pb menurut Soejatmiko (1972) yang berumur Pliosen atau sekitar 2-5 juta tahun yang lalu. Batuannya terdiri atas breksi yang berbentuk bukit-bukit besar yang dibelah oleh aliran Ci Bitung.

Desa Mukapayung

Desa Mukapayung

Selain itu gejala kemiringan lapisan juga membuat orang dapat bertanya-tanya mengapa batuan memiliki lapisan yang miring sehingga dapat menjadi peluang edukasi geologi. Bongkah-bongkah raksasa yang jatuh dari tebing dinding breksi menambah eksotisme kawasan ini. Toponimi atau penamaan lokasi-lokasi di wilayah ini ternyata memiliki sebuah kisah yang cukup menarik. Alkisah terdapatlah seorang pemuda tampan bernama Pangeran Asep Roke yang ingin melamar seorang putri. Ia telah menyiapkan segala hal untuk pernikahannya termasuk seserahan dan juga seekor kerbau (munding). Namun pada hari pernikahannya, ia terlambat. Warga yang telah bersiap menyambut Pengantin laki-laki kesal dan meneriakinya. Ini direpresentasikan oleh salah satu gunung yang berada di lokasi ini yang bernama Gunung Hanyewong (dalam bahasa sunda berarti menyoraki).

Kesal diteriaki, Asep Roke mengacak-acak bawaannya hingga bertebaran, sedangkan kerbaunya berlari ketakutan dan masuk ke dalam lumpur yang dalam, masyarakat melempari kerbau ini dengan batu-batu, sehingga kerbau takut dan memasukkan kepalanya ke dalam lumpur, tinggalah batu berbentuk punggung kerbau yang dikenal sebagai batu Mundinglaya. Putri yang tidak jadi dilamar kemudian menjadi gunung yang dikenal sebagai Gunung Putri. Selain itu payung untung memayungi pengantin pun terbalik dan menjadi Bukit Mukapayung yang kemudian menjadi nama dari daerah ini. Berwisata di sekitar Desa Mukapayung ini merupakan objek wisata yang komplit. Dengan unsur geologi yang kental berupa bebatuan terjal membentuk tebing-tebing, air terjun, gua, mata air menjadikan wisata ini menantang bagi kita yang menyenangi wisata petualangan. Mitos yang berkembang di masyarakat juga sangat menarik sebagai bagian dari kegiatan wisata yang terpadu di Bandung.

resep sop buntut

Nikmatnya Sop Buntut Dahapati

resep sop buntut

Sop Buntut Dahapati, Bandung

Resep sop buntut memang beragam, tapi  kalau bicara soal sop buntut enak menurut saya, sop buntut Dahapati di Cipaganti Bandung adalah juaranya. Sop buntut ini sudah ada sejak dahulu kala dan resepnya diwariskan turun temurun. Tempatnya pun tidak begitu luas karena memanfaatkan rumah tua atau rumah klasik yang masih kental sekali arsitektur jadulnya. Makan di sop buntut Dahapati ini dijamin bakal membuat anda betah, karena selain nuansanya yang homey makanannya juga memang lezat, termasuk sop buntutnya yang menjadi menu andalan disini. Continue reading