Monthly Archives: April 2014

Alat Musik Tradisional Sunda Yang Masih Eksis

Sunda merupakan salah satu suku di Indonesia yang sangat kreatif. Orang Sunda selalu memiliki daya kreasi yang tinggi, termasuk dalam berkesenian. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya seni yang bermunculan di Jawa Barat. Bandung sebagai Ibu Kota Jawa Barat juga merupakan pusat dari kesenian Sunda. Banyak alat musik tradisional Sunda yang masih dimainkan di berbagai tempat di Kota Bandung. Alat musik ini tidak lekang oleh kemajuan zaman serta masih dimainkan dalam berbagai pertunjukkan yang sering diselenggarakan di kota ini. Berikut ini beberapa alat musik tradisional khas Sunda yang masih eksis hingga saat ini :

1. Degung

Salah satu alat musik tradisional Sunda yang masih ada hingga saat ini adalah degung. Degung disebut dengan nama gamelan oleh Suku Jawa. Namun nada dan cara memainkan seperangkat alam musik ini berbeda dengan cara memainkan gamelan. Satu perangkat degung terdiri dari berbagai instrumen sepertu saron, demung, gong, jenglong, kendang, dan suling.

2. Kecapi

kecapi

Kecapi merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat ini berbentuk kotak kayu yang memiliki dawai berjajar di atasnya. Kotak kayu ini berfungsi sebagai resonator Kecapi. Kecapi memiliki nada yang mendayu dan menimbulkan sensai kangen, damai, sekaligus kegetiran.

3. Suling

Alat musik tradisional Sunda lainnya adalah suling. Suling merupakan alat musik tiup. Suling terbuat dair bambu atau kayu yang dilubangi. Suling biasanya terdiri dari empat lubang. Kita hanya perlu meniup alat ini sambil menutup lubangnya dengan jari untuk menimbulkan nada-nada yang berbeda.

4. Angklung

Angklung merupakan alat musik khas Sunda yang sangat terkenal. Angklung terbuat dari kayu atau bambu dan dimainkan dengan cara digerakkan ke samping. Angklung memiliki berbagai nada yang disesuaikan dengan ukurannya. Angklung biasanya dimainkan secara berkelompok dan membentuk alunan lagu yang indah dan menenangkan.

5. Karinding

Karinding merupakan salah satu alat musik lain yang terbuat dari bambu. Karinding banyak dikenal di berbagai daerah di Jawa Barat Seperti Malangbong (Garut), Tasikmalaya, Cikalong Kulon (Cianjur), dan Citamiang. Di beberapa daerah, karinding terbuat dari pelepah pohon aren. Alat musik tradisional Sunda ini dibunyikan dengan cara ditempatkan di mulut kemudian digetarkan dengan jari. Karinding biasa dimainkan bersama-sama.

Itulah lima alat musik tradisional khas Sunda yang masih dimainkan oleh komunitas warga di Bandung. Masih banyak warga yang masih peduli dengan alat musik tradisional Sunda ini. Walau sudah banyak alat musik modern, namun nyatanya tidak ada yang bisa menyamai nada dan aura yang dihasilkan oleh alat musik tradisional ini. Selama masih ada yang peduli dan memainkannya, maka alat musik tradisiolan Sunda ini tidak akan punah ditelan zaman.

Kesenian Tari Jaipongan

Kemunculan tari jaipongan 1980 an yang lahir dari kekreatifitasan para seniman Bandung yang dikenal dengan Gugum Gumbira, pada awalnya tarian tersebut pengembangan dari ketuk tilu apabila dilihat dari perkembangannya dan dasar koreografernya. Kata jaipong bersal dari masyarakat Karawang  yang bersal dari bunyi kendang sebagai iringan tari rakyat yang menurut mereka berbunyi jaipong yang secara onomotofe. tepak kendang tersebut sebagai iringan tari pergaulan dalam kesenian banjidoran yang berasal dari Subang dan Karawang yang akhirnya menjadi populer dengan istilah jaipongan.

Karya jaipongan pertama yang diciptakan oleh Gugum Gumbira adalah tari daun pulus keser bojong dan tari Raden Bojong yang berpasangan putra- putri. Tarian tersebut sangat digemari dan populer di seluruh Jawa Barat termasuk Kabupaten Bandung karya lain yang diciptakan oleh Gugum diantaranya toka-toka, setra sari, sonteng, pencug, kuntul mangut, iring-iring daun puring, rawayan, kaum anten dll. juga para penari yang populer diantaranya seperti Iceu Efendi, Yumiati Mandiri, Mimin Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Diar, Asep Safat.

jaipongan

Daya tarik tarian tersebut bagi kaum muda selain gerak dari tari yang dinamis dan tabuhan kendang membawa mereka untuk menggerakan tubuhnya untuk menari sehingga tari jaipongan sebagai salah satu identitas kesenian Jawa Barat yang oadasetiap tampil pada acara- acara khusus dan besar samapai kenegaraan. Pengaruh tarian jaipongan merambah sampai Jawa Tengan dan Timur, Bali bahkan Sumatra yang dikembangkan para seniman luar Jawa Barat. Penari jaipongan terdiri dari Tunggal, rampak/kolosal.

  • Rampak sejenis
  • Rampak berpasangan
  • Tunggal laki-laki dan tunggal perempuan
  • Berpasangan laki- laki / perempuan

Karawitan jaipongan terdiri dari karawitan sederhana yang biasa digunakan pertunjukan ketuk tilu yaitu :

  1. kendang
  2. ketuk
  3. rebab
  4. goong
  5. kecrek
  6. sinden

Untuk karawitan lengkap memakai gamelan yang biasa dipakai pada karawitan wayang golek seperti :

  1. kendang
  2. sarin I, II
  3. bonang
  4. rincik
  5. demung
  6. rebab
  7. kecrek
  8. sinden
  9. goong
  10. juru alok

Tata busana tari jaipongan untuk kreasi baru biasanya berbeda dengan busana ketuk tilu untuk yang kreasi  biasanya lebih glamor dengan tetap memakai pola tradisionalseperti sinjang/celana panjang, kebaya/apok yang busananya lebih banyak ornamen sehingga terlihat megah tetapi lebih bebas bergerak. Seiring dengan perkembangan jaman dan tarian tersebut tari jaipongan banyak ditampilkan pada arena terbuka secara kolosal juga tampil di Hotel  berbintang dan penyambutan tamu- tamu asing dari berbagai belahan dunia.

Wisata Monumen Pasir Otto Iskandar Dinata Lembang

Monumen Pasir Otto Iskandar Dinata Lembang merupakan salah satu daerah di Bandung yang memiliki banyak tempat pariwisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berwisata adalah salah satu kebiasaan untuk menghilangkan kepenatan setelah biasanya bekerja seharian. Namun untuk mengisi liburan anda, cobalah pilih tempat pariwisata yang juga memberikan manfat untuk diri anda maupun anak anda. Salah satu tempatyang pas dan berbeda dari tempat wisata lainnya yaitu monument pasir otto iskandar dinata. Di monument ini tentu saja anda dapat memberikan ilmu untuk anak anak anda sekaligus mengisis liburan anda.

Pasir pahlawan otto iskandar ini terletak di km 15 jl. Raya Bandung – Lembang, jalannya cukup mudah untuk dilalui bahkan dapat juga ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum, sehingga untuk anda yang ingin mencoba hal yang unik anda dapat menaiki kendaraan umum menuju monument pasir otto iskandar ini. Mengapa pasir yang ada di tempat pariwisata ini disebut pasir pahlawan ? yah karena dibukti ini terdapat monument pahlawn nasional Otto Iskandar. Anda sudah mengetahui bukan siapa pahlawan Otto Iskandar?

monumen pasir

Jika anda belum mengetahui, cukup mudah untuk melihat beliau karena wajah beliau tertera di pecahan uang 20 ribuan. Pahlawan Otto iskandar lahir di Bojongsoang kabupaten Bandung. Nah tempat wisata Monumen Pasir Oto Iskandar Dinata Lembang ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata anda, karena disini anda dapat mengetahui sejarah yang sangat bernilai untuk diketahui. Monumen pasir otto iskandar lembang ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari daera Bandung maupun wisatawan dari kota kota besar di Indonesia.

Terutama untuk hari libur, monument ini ramai dikunjungi untuk sekedar mengetahui dan menambah wawasan tentang sejarah monument Otoo Iskandar tersebut. Di depan monument pasir otto iskadar dinata juga terdapat makan mayjen R. Sentot Iskandar Dinata dan para pejuang lainnya. Untuk lebih banyak mengetahui sejarahnya sebaiknya and amendatangi langsung Monument Pasir Otto Iskandar Dinata Lembang bersama orang orang tercinta anda, untuk mengisi hari libur anda.