Mie Baso Linggarjati

Mie Baso Linggarjati

Mie Baso Linggarjati

Mie Baso Linggarjati

Apakah Anda salah satu penggemar berat kuliner berbagai daerah? Ingin tahukah Anda kuliner apa yang sangat direkomendasikan bila Anda sedang berlibur ke Bandung? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak Anda mengenai kuliner bandung yang akan dijelaskan ini sebaiknya disimpan dulu. Lebih baik Anda bersiap ke Bandung, dan silakan mencoba sendiri Mie Baso Linggarjati. Mie baso adalah makanan yang sangat universal, disukai berbagai kalangan di Indonesia. Tidak dibedakan oleh umur, jenis kelamin, maupun status sosial, kelezatan mie baso menjadi favorit semua orang.

Memang, mie baso itu sangat lezat, tapi apa sih yang membedakan Mie Baso Linggarjati dengan mie baso yang lain? Sesuai namanya, mie baso spesial ini adalah sajian utama di rumah makan Linggarjati, salah satu rumah makan kawakan yang ada di Kota Bandung. Tepatnya di Jalan Balong Gede No. 1 kalau masih kurang jelas, patokannya adalah dekat  Masjid Agung. Mungkin secara fisik, rumah makan yang top ini tidak tampak mewah atau eksklusif, bangunannya sederhana, bahan penyusun bangunan didominasi unsur kayu bercat hijau muda. Jadi walaupun sederhana, namun masih tampak cerah dan mengundang. Sebenarnya dari awal berdiri hingga saat ini, banyak sekali rumah makan yang ada di sekitar lokasi, namun rumah makan Linggarjati ini yang bisa bertahan lama, dan selalu ramai hingga saat ini.

Ali Bustaman yang kini berusia lebih dari 75 tahun adalah pengelola rumah makan Linggar Jati ini, menurut penuturan beliau, rumah makan Linggarjati didirikan orang tuanya tahun 1950. Orang tua Pak Ali Bustaman sendiri merupakan imigran dari Cina, sehingga kuliner yang disediakan di sana sangat bermacam-macam. Bukan hanya nasi, atau sayur dan lauk, selain  mie bakso yang terkenal, dijual juga siomay dan berbagai jenis makanan yang lain.
Orang tua Pak Ali bukan hanya diwarisi rumah makan saja, namun bakat memasak dan menciptakan hidangan yang khas dan digemari semua orang juga turut diwariskan Bapak Ali Bustaman, sehingga tidak heran, citarasa masakannya masih khas. Bersama adiknya, Bapak Ali terus mempertahankan eksistensi Rumah Makan Linggarjati.

Meskipun masih selalu ramai, tapi kondisinya tidak seperti dulu. Dahulu masih banyak penggemar Rumah Makan Linggarjati, pengunjungnya bukan hanya orang-orang Indonesia, menir Belanda juga turut menyantap hidangan di rumah makan tersebut. Selain itu, dahulu masih ada beberapa bioskop di sekitar rumah makan ini, antara lain Dian Kencana, Nusantara, dan Oriental, sehingga para pengunjung bioskop yang merasa lapar segera mampir ke rumah makan tersebut. Meskipun suasana semakin malam, tapi pengunjungnya semakin ramai, sehingga rumah makan tutup sekitar pukul 24.00

Banyak macam hidangan yang disediakan di Rumah Makan Linggarjati, namun yang paling banyak diburu pengunjung adalah menu mie baso. Selain karena rasanya yang tidak perlu diragukan lagi, langkanya penjual bakso saat itu membuat mie bakso yang disediakan di Rumah Makan Linggarjati selalu diburu. Motivasi Pak Ali menyediakan lebih banyak mie bakso karena proses penyajiannya lebih cepat dari makanan lain, sehingga akhirnya saat ini Rumah Makan Linggar Jati hanya menyediakan menu mie bakso. Namun jangan khawatir, kuliner lainnya juga masih banyak yang patut dicoba, terutama menu minuman. Di sini terdapat jus alpukat yang sangat segar dan enak, yang banyak diburu pengunjung. Jadi  tunggu apalagi, ayo kunjungi Rumah Makan Linggarjati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *