Festival Sains Antariksa

Festival Sains Antariksa

Festival Sains Antariksa

Festival Sains Antariksa

Adakah yang pernah mendengar mengenai Festival Sains Antariksa? Festival Sains Antariksa adalah sebuah festival yang pernah diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam rangka peringatan Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week tahun 2012 yang ditetapkan oleh PBB dengan mengangkat sebuah tema yaitu “Space for Human Safety and Security” yang bertujuan untuk memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya astronomi dalam aspek kehidupan dan membuka mata masyarakat dunia akan luasnya jagat raya ini dengan milyaran benda-benda langit yang menghiasi cakrawala.World Space Week ini juga bertepatan dengan ulang tahun LAPAN yang ke-49 tahun. Festival ini diselenggarakan di Kompleks LAPAN, Jalan Djunjungan No. 133 Kota Bandung. Festival ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun 2009.

Festival ini juga bertujuan untuk mempopulerkan dunia astronomi dan antariksa dan memancing minat generasi muda yaitu para pelajar di semua tingkatan di Kota Bandung untuk mengenali dan mau menggeluti dunia antariksa dan mempelajari bagaimana memanfaatkan ruang angkasa untuk masa depan kehidupan yang lebih baik. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan LAPAN dengan generasi muda dan meningkatkan pengetahuan mengenai astronomi dengan cara mengeksplor alam semesta secara lebih mendalam dengan metode yang lebih menarik dan tidak membosankan. Tujuan ini juga di prakarsai oleh Perhimpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union – IAU) dan UNESCO yang dilakukan secara global di seluruh dunia termasuk salah satunya di Indonesia.

Festival Sains Antariksa tahun ini diadakan pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, dihadiri oleh sekitar 200 pelajar dari 10 sekolah dasar, 10 sekolah menengah pertama, dan 10 sekolah menegah atas dan juga para guru yang mendampingi dan undangan. Festival Sains Antariksa ini dibuka langsung secara resmi oleh Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Prof. Dr. T. Djamaludin.

Festival diisi dengan penyampaian presentasi mengenai Micro Gravity Experiment yang disampaikan oleh berbagai peneliti dari JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency), diantaranya seperti Muneo Takaoki, Yoichi Hegasawa dan Kogure, dimana ketiganya merupakan Senior Reseacher untuk Space Enviroment Utilization  Center JAXA. Materi yang disampaikan ialah “An Invitation to Micro Grvity Science”, yaitu mengenai kehidupan dan mekanisme gravitasi seorang astronot selama berada di luar angkasa yang sesuai dengan tema yang diusung. Presentasi ini diikuti oleh para guru, siswa sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas yaitu sekitar 120 peserta. Bahasa dan materi yang disampaikan tentu saja sudah disesuaikan dengan tingkatan siswa yang hadir pada festival ini. Festival ini juga dilengkapi dengan adanya perlombaan lukis dan mewarnai antaraksi yang diikuti peserta dari sekolah dasar. Acara lainnya yaitu sebuah kuis yang dibuat mirip dengan acara Ranking Satu di Trans TV yang diikuti oleh pelajar sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba peralatan yang biasa digunakan oleh LAPAN seperti Teleskop dan Teropong Matahari. Peserta melakukan pengamatan matahari dengan menggunakan Teleskop Vixen 103 EDS + filter ND5 dengan relay video atau gambar dari kubah ke ruang display. Terakhir, terdapat pameran hasil Litbang LAPAN dalam rangka mensosialisasikan hasil Litbang LAPAN khususnya di bidang matahari dan antariksa. Sebagai hiburan, para peserta dapat berfoto menggunakan arena foto antariksa yang terdapat pada festival tersebut, seperti berfoto dengan gambar astronot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *