Tobucil N Klabs

Tobucil N Klabs

Tobucil N Klabs

Tobucil N Klabs

Selalu ada yang menarik hati di Kota Bandung, mulai dari mojangnya yang geulis, cuaca yang sejuk menentramkan hati, wisata kuliner yang menggoyang lidah, hingga berbagai kegiatan seru seperti yang disajikan Tobucil & Klabs, yang semula berfokus pada literasi dalam arti membaca, menulis dan apresiasi, namun belakangan juga menggelar klab baca, klab menulis, klab gitar, pemutaran film, bedah buku, dan lain-lain. Ya, selamat datang di Kota Bandung!

Sejak tahun 2007, Tobucil N Klabs yang bisa Anda temui di Jalan Aceh nomor 56, mempertegas tujuannya menjadikan literasi sebagai bagian dari keseharian, dan bagaimana setiap individu yang tergabung dalam Tobucil N Klabs dapat mengaktualisasikan diri dan berkontribusi pada perubahan. Untuk itu, Tobucil & Klabs rajin mengadakan berbagai kegiatan yang menyasar pada hobi, seperti membaca dan menulis. Di samping kegiatan rutin seperti klab baca, klab filsafat, klab klasik, kelas penulisan feature, kelas public speaking, kelas foto cerita, kelas menulis & sastra, Tobucil & Klabs juga mengembangkan kegiatan hobi seperti kelas merajut, kelas scrapbook, kelas cat air, kelas menjahit dan kelas-kelas hobi lainnya yang melibatkan para pelaku hobi untuk saling berbagi pengetahuan di Tobucil N Klabs. Dan, untuk mengikuti klab-klab tersebut, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis.

Tak bisa dipungkiri, salah satu kelas yang cukup banyak peminatnya dan berkembang cukup pesat adalah Kelas Merajut dan Merenda. Di kelas ini, Anda akan diajarkan untuk membuat rajutan seperti syal, topi, gantungan kunci dan aksesori lainnya. Peralatan dan bahan-bahan merajut seperti stik rajut dan benang juga tersedia di Tobucil N Klabs dalam aneka warna dan ukuran. Tobucil N Klabs juga pelopor toko buku alternatif di Bandung, di mana Anda dapat menemukan buku-buku tentang seni dan pengetahuan umum. Hasil karya dari Kelas Merajut & Merenda juga dijual di Tobucil N Klabs. Setiap tahunnya, Tobucil N Klabs juga menggelar acara bernama Crafty Day, sebuah bazaar handmade craft yang menampilkan karya yang unik dan hanya diproduksi dalam jumlah terbatas, seperti rajutan, sulaman, kreasi kain flanel, dan buku catatan unik. Pantas saja Kota Bandung tidak pernah kekurangan wisatawan!

Berbicara mengenai wisatawan, Kota Bandung telah menjadi tujuan wisata yang tidak hanya dikenal oleh wisatawan lokal tapi juga wisatawan asing. Bahkan, turis asal Malaysia disebut-sebut sebagai wisatawan asing terbesar di Kota Bandung, dimana mereka gemar menyambangi factory outlet (FO) yang menjajakan aneka barang sisa ekspor dengan merek ternama. Sebenarnya, di Malaysia pun barang-barang FO tak kalah maraknya, hanya saja banderol harga di Kota Bandung memang jauh lebih murah. Hmmm… kira-kira mereka berkunjung ke Tobucil N Klabs juga, nggak ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *