Monthly Archives: October 2012

Keripik Tempe Bandung

Keripik Tempe Bandung

Keripik Tempe Bandung

Keripik Tempe Bandung

Bandung memang merupakan tujuan utama dalam segala hal. Dalam hal wisata, tempat wisata di Bandung tidak ada habisnya, di bidang makanan apalagi, berbagai tempat makanan yang menyajikan kuliner khas Bandung berjejer menarik hati. Enaknya, banyak kuliner Bandung yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Bandung.

Berbagai macam cemilan Bandung populer untuk dijadikan oleh-oleh, seperti Brownies, Pisang Molen, Tempe, Batagor, dan lain-lain. Diantara beberapa oleh-oleh Bandung ini yang paling sering dijadikan buah tangan adalah Keripik Tempe Bandung. Makanan tradisional Indonesia yang diolah dengan bumbu turun temurun ini adalah makanan wajib bagi mereka yang hobi ngemil.

Tempe segar yang dipotong tipis-tipis lalu direndam dengan bumbu dapur seperti garam, asem, dan bumbu lainnya lalu dicelupkan ke adonan tepung dan digoreng garing. Begitu digigit akan terasa kerenyahannya.

Untuk keripik tempe Bandung ini, Anda bisa membelinya di berbagai tempat, salah satunya di Pasar Baru – Stasiun Hall, Bandung. Biasanya keripik ini dibeli oleh mereka yang akan pulang ke daerah yang menggunakan jasa kereta api di Stasiun Hall. Dari tahun ke tahun permintaan keripik tempe dan penjualan keripik tempe Bandung semakin meningkat. Keripik yang nikmat, gurih dan rasanya renyah ini biasanya dijual dalam satuan kilogram atau per bungkus. Harganya pun bersaing, kisaran kurang lebih Rp 30.000 per bungkusnya.

Diantara berbagai macam merk keripik tempe Bandung yang beredar di pasaran, ada satu produk yang unik karena menggunakan nama salah satu tokoh yang familier di tanah Sunda yaitu mang Cepot Astra Jingga. Keripik Tempe ‘Mang Cepot’ diklaim berbeda dari keripik tempe lainnya karena diolah dengan menggunakan bahan dari warisan leluhur. Keripik tempe ‘Mang Cepot’ ini juga tidak menggunakan bahan pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Sedikit tips dari Mang Cepot untuk Anda yang ingin membuat sendiri keripik tempe Bandung, pilihlah tempe yang berwarna putih bersih dan kepadatan kacang kedelai yang rapat tidak berwarna lebam. Kacang berwarna kekuningan. Pilih tempe yang sudah sempurna fermentasinya karena ada beberapa kasus produksi tempe yang masih belum sempurna proses peragiannya sudah dilempar ke pasaran sehingga saat diiris tempe akan hancur. Khusus untuk keripik tempe Bandung pilihlah tempe yang fresh atau belum lama disimpan karena akan mengurangi rasa keripik itu sendiri.

Karena banyaknya produsen keripik tempe Bandung yang beredar, maka masing-masing dari mereka memikirkan strategi terbaru agar keripik tempe produksi mereka laku di pasaran. Ada yang memberi tambahan keju pada keripik tempenya sehingga disebut keripik tempe keju.

Keripik tempe ini rasanya nikmat sekali saat dimakan bersama nasi panas. Namun disantap tanpa nasi juga sama enaknya. Apalagi dimakan saat cuaca dingin, kres kres. Nikmat sekali rasanya.

Maicih

Keripik Fenomenal Maicih

Maicih

Maicih

Salah satu kuliner Bandung yang sedang fenomenal saat ini adalah ‘keripik setan’ bermerk Maicih. Belum genap dua tahun cemilan pedas ini sudah membuat banyak orang penasaran. Saat ini Keripik pedas Maicih menjadi ikon jajanan yang fenomenal di kalangan anak muda di Kota Bandung.

Reza Nurilham atau yang akrab dengan sapaan Axl adalah pencetus gagasan dan juga sekaligus pemilik keripik pedas Maicih. Axl adalah seorang pemuda biasa yang berusia 23 tahun, dialah yang memperkenalkan dan juga mempopulerkan kuliner Bandung ini. Axl menemukan resep keripik pedas yang gurih dan enak ini dari seorang emak-emak atau nenek-nenek yang ternyata sebenarnya bukan bernama Maicih. Nama Maicih sendiri dibuat oleh axl agar mudah diingat orang. Axl bertemu dengan nenek ini sekitar tiga tahun yang lalu di daerah Cimahi, saat itu si nenek sedang menjual keripik setannya. Si nenek menjual keripik setannya hanya pada saat-saat tertentu saja, jadi si nenek tidak menjual keripik setannya secara komersil.

Tapi pada saat perkenalan itu Axl tidak langsung memproduksi keripik setan si nenek. Axl mulai memproduksi keripik pedas ini tepatnya pada tanggal 29 Juni 2010. Axl mengatakan bahwa keripik pedas Maicih saat ini sudah terkenal di kalangan perkulineran dan juga sudah tersebar di kota-kota luar Bandung. Axl mulai memasarkan keripik pedas Maicih dengan lima macam level, namun saat ini keripik pedas Maicih sudah terdiri dari 10 level. Untuk level 3 ditandai dengan logo berwarna abu-abu yang berarti pedas biasa sementara level 5 ditandai dengan logo yang berwarna merah yang berarti pedas sekali. Setelah tiga bulan berjalan, ternyata konsumen lebih banyak menyukai level 3 dan level 5.

Bentuk keripik pedas Maicih seperti singkong biasa, hanya saja ditaburi dengan bubuk lada yang terlihat jelas. Rasa dari keripik pedas Maicih sangat gurih dan renyah dipadu dengan racikan bumbu rahasia yang membuat penggemar cemilan super pedas ini menjadi ketagihan. Axl menginginkan keripik pedas maicih bukan hanya sekadar sebagai kuliner khas Bandung saja atau sekadar oleh-oleh Bandung, tetapi Axl juga ingin keripik pedas Maicih dapat menjadi camilan yang selalu dibutuhkan atau menjadi suatu kebutuhan.

Keripik pedas Macih dibungkus secara eksklusif dengan harganya yang terbilang cukup terjangkau dan dapat dijadikan sebagai teman untuk makan. Kuliner Bandung ini merupakan keripik online terbesar yang berasal dari kota Bandung. Keripik pedas Maicih dipasarkan melalui Facebook dan Twitter. Di situs jejaring sosial Facebook dan Twitter tidak pernah habisnya orang-orang membahas keripik pedas Maicih, hingga muncul perkumpulan para penggemar keripik pedas Maicih dengan nama Icihers. Walaupun pemasarannya hanya melalui online, namun hasilnya sangat luar biasa, sehingga membuat seorang pemuda biasa seperti Bob, pencetus Maicih dengan logo bungkus keripik pedas menghadap depan, dan Axl, pencetus logo bungkus keripik pedas menghadap ke samping, berubah menjadi pengusaha sukses, padahal awalnya mereka adalah seorang pemuda biasa saja.

Awalnya omset keripik pedas Maicih hanya belasan juta rupiah namun dengan waktu yang cukup singkat berubah dengan cepat menjadi milyaran rupiah. Kuliner Bandung ini awalnya dianggap biasa-biasa saja oleh sebagian orang tetapi sekarang banyak orang yang berlomba-lomba membuka usaha sejenis dengan merk yang berbeda-beda tentunya. Namun tetap saja pada umumnya orang lebih mengenal dan mencari keripik pedas dengan merk Maicih dibandingkan dengan merk yang lain.

Atmosphere Resort Cafe

Atmosphere Resort Cafe

Atmosphere Resort Cafe

Atmosphere Resort Cafe

Ragam dunia kuliner Bandung yang berwarna masih menjadi magnet bagi sebagian besar warga ibukota. Terbukti kala akhir pekan, jalanan Bandung masih dipenuhi mobil-mobil berplat Jakarta. Bahkan kini menjadi magnet bagi wisatawan asal Malaysia yang ikut-ikutan berburu kuliner Bandung serta belanja gamis dan abaya. Kafe, restoran dan tempat hang out dengan tema unik plus menarik masih menjadi tempat-tempat yang diburu wisatawan. Salah satunya Atmosphere Resort Cafe.

Kafe ini terletak di pusat kota, tepatnya di Jalang Lengkong Besar, Bandung. Lalu lintas di area itu sangat sibuk, bahkan kerap macet. Namun, segala sumpek dan suasana tak nyaman itu niscaya akan hilang begitu Anda menjejakkan kaki di kafe ini. Suasana ala Bali, diadopsi sangat baik di lahan tiga ribu meter persegi ini. Desain kafe tetap bertahan pada gaya modern minimalis namun kental dengan kedekatan alam. Pendekatan ini lah yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Mereka bisa memilih bersantap di dalam atau di luar ruangan. Biasanya, tempat bersantap outdoor jadi rebutan. Di malam hari, semarak lampu berpadu cantik dengan kolam teratai. Pada akhir pekan, kafe ini sangat ramai. Pastikan Anda melakukan pemesanan tempat jauh-jauh hari sebelum berkunjung ke kafe ini.

Saat tak banyak pengunjung, kafe ini menawarkan suasana nyaman yang tidak terbantahkan. Sekadar menyesap kopi dan ngemil kudapan kentang goreng, Anda boleh saja berselancar di jagat maya dengan memanfaatkan koneksi Wi-Fi yang tak terbatas. Atau ingin ngobrol intim dengan handai taulan dan sahabat? Silahkan saja pilih area gazebo sembari menikmati ragam menu kuliner Bandung yang disediakan.

Atmosphere Resort Cafe

Atmosphere Resort Cafe

Bicara soal menu, kafe ini memang menawarkan rentang opsi yang lebar. Bukan hanya menyediakan kuliner Bandung, namun meluas hingga pilihan makanan nusantara, menu Asia bahkan steak khas Eropa yang diolah pas dengan lidah orang Indonesia. Anda bisa saja memesan Nasi Campur Bali sekaligus mencoba steak salmon Grilled Norwegian Salmon. Jika ingin menjajal menu andalan, silahkan pesan Bebek Bali. Namun kebanyakan pengunjung menyukai rasa steak yang ditawarkan, mulai dari steak salmon ataupun Chicken Gordon Bleu yang memang populer di lidah awam.

Harga per menu pun masih terjangkau. Steak lokal dihargai rata-rata Rp.50,000 per porsi. Untuk steak impor, tersedia daging wagyu yang dibanderol Rp.300,000 per porsi. Kekuatan menu cafe ini terletak pada ragam olahan ala Eropa. Pada buku menu, tersedia lebih dari 50 makanan olahan Eropa. Tersedia juga foto untuk memperlihatkan wujud menu yang dimaksud, namun tak dicantumkan bahan bakunya. Untuk pilihan minuman, tersedia beragam menu mulia dari teh, varian sajian kopi, mocktail hingga ragam wine yang bisa menemani jamuan makan malam istimewa Anda. Bahkan kafe ini pun menyediakan ragam pilihan cerutu terbaik.

Konsep Atmosphere Resort Cafe tergolong “nyeleneh”. Ketika banyak resto yang memanjakan pengunjung dengan keindahan pemandangan alam khas Bandung Utara yang sejuk, kafe ini justru memilih tempat di pusat kota Bandung yang sibuk, berdekatan dengan banyak bengkel mobil.  Agak tak umum, karena itulah cafe ini jadi tampak menonjol sebagai pilihan untuk wisata kuliner Bandung. Kelebihannya ialah Anda tak perlu blusukan menyusuri jalan-jalan kecil di Bandung Utara untuk mengejar suasana nyaman dan dekat dengan alam. Penataan cantik kafe ini pun cukup menyegarkan batin.

Rasa makanan olahan para koki kafe ini juga relatif sedap. Pelayanannya pun  ramah dan cepat, sehingga pengunjung tak perlu berlama-lama menanti pesanan mereka. Pun kafe berukuran luas ini tak lantas menjadi jorok karena ramai pengunjung. Selamat berkunjung!