Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

Jika Anda berencana untuk melakukan liburan di Bandung, tidak ada salahnya Anda mencoba tempat wisata yang satu ini. Tempat wisata ini dinamakan Observatorium Bosscha, yang merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung. Observatorium Bosscha juga merupakan salah satu tempat peneropongan bintang terbesar di Asia Tenggara, bahkan salah satu teropongnya merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. Tiap harinya, Observatorium Bosscha dikunjungi oleh lebih dari 600 pelajar dan mahasiswa. Para pengunjung yang datang bukan hanya yang tertarik dengan ilmu astronomi saja, tetapi tidak jarang juga yang hanya berfoto di depan bangunan termasyhur itu.

Observatorium Bosscha dibangun oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda pada tahun 1920 demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Penyandang dana utama kala itu adalah Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar. Sebagai penghargaan atas jasa beliau, maka observatorium ini dinamakan Observatorium Bosscha. Selain teleskop Zeiss yang terkenal, tempat ini juga memiliki beberapa teleskop lain. Teleskop refraktor ganda Zeiss merupakan jenis refraktor yang terdiri dari 2 teleskop utama dan 1 teleskop pencari (finder). Teleskop Zeiss biasanya digunakan untuk berbagai penelitian astronomi, antara lain untuk pengamatan astrometri, khususnya untuk memperoleh orbit bintang ganda visual. Teleskop Schmidt Bima Sakti merupakan teleskop yang memiliki sistem optik Schmidt sehingga sering disebut Kamera Schmidt. Teleskop ini biasa digunakan untuk mempelajari struktur galaksi Bima Sakti dan spektrum bintang, mengamati asteroid, supernova dan untuk memotret objek langit lainnya. Teleskop refraktor Bamberg merupakan teleskop yang sejenis dengan Zeiss dengan ukuran yang lebih kecil. Teleskop Bamberg ini biasa digunakan untuk menera terang bintang, menentukan skala jarak, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, pengamatan matahari, dan untuk mengamati benda langit lainnya. Teleskop Cassegrain GOTO merupakan teleskop yang diperoleh berkat bantuan dari kementrian luar negeri Jepang pada tahun 1989. Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatan hilal, gerhana bulan dan gerhana matahari, serta pemotretan bintik matahari dan benda-benda langit lainnya.

Bangunan tempat teleskop-teleskop itu berada pun bisa dibilang cukup unik. Observatorium Bosscha berbentuk kubah dengan sebuah jendela di atap yang bisa dibuka selebar 3 meter. Kubah tersebut dapat diputar ke segala penjuru arah, demikian juga dengan teleskopnya, sehingga seluruh obyek langit dengan ketinggian lebih dari 20 derajat dapat dijangkau oleh teleskop Zeiss. Dari luar, bangunan yang berwarna putih itu memang tampak agung berdiri di antara rerumputan hijau yang terawat dan pohon-pohon cemara dan pinus yang teduh. Pengunjung biasanya tidak henti-hentinya mengabadikan tempat ini sambil berfoto ria. Terdapat 2 jenis kunjungan di Observatorium Bosscha, yaitu kunjungan siang dan kunjungan malam. Kunjungan siang buka hampir setiap hari kecuali hari minggu, sedangkan kunjungan malam hanya dibuka 3 kali dalam satu bulan, dan hanya pada bulan kemarau. Pengunjung juga diharuskan untuk terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui sekretariat Observatorium Bosscha di ITB.

Berwisata tidak harus mencari keindahan panorama alam atau rekreasi semata, namun berwisata untuk mendapatkan pengetahuan juga bisa jadi pilihan yang tepat untuk keluarga Anda. Liburan di Bandung tidak akan lengkap jika belum mengunjungi Observatorium Bosscha. Selain sebagai sarana refreshing, berlibur ke tempat ini juga dapat menambah wawasan Anda dan keluarga tentang ilmu perbintangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *