museum konferensi asia afrika

Mengunjungi Museum Konfrensi Asia-Afrika

 

museum konferensi asia afrika

museum konferensi asia afrika

Kota Bandung adalah salah satu dari kota terbesar di Indonesia yang menjadi daya tarik wisata. Setiap tahunnya, Kota Bandung selalu kedatangan wisatawan lokal dan mancanegara yang memiliki tujuan wisata, seperti wisata kuliner, shopping produk fashion terkini, dan mengunjungi tempat-tempat wisata alam dan sejarah. Sebagai sebuah kota yang memiliki banyak sejarah yang berhubungan dengan kebangkitan Indonesia dari zaman sebelum kolonialisme sampai zaman kemerdekaan, Bandung memiliki banyak tempat-tempat wisata bersejarah yang menyajikan pengetahuan tentang sejarah Indonesia di zaman dahulu. Selain itu juga, Bandung pada tahun 1955 menjadi tuan rumah dari acara Konfrensi Asia Afrika (KAA), yaitu konfrensi pertemuan negara-negara non blok yang ada di Asia dan Afrika dan diprakasai oleh Presiden Soekarno. Sebagai bentuk peringatan dari Konfrensi Asia Afrika, maka didirikanlah Museum  Konfrensi Asia Afrika di bandung.

Museum Konfrensi Asia Afrika diresmikan pada tanggal 24 April 1980 oleh Presiden Soeharto dan beralamat di Jl.  Asia Afrika No. 65. Museum ini memiliki hubungan yang erat dengan Gedung Merdeka, dan gedungnya termasuk dalam bagian kompleks Gedung Merdeka. Pendirian Museum Konfrensi Asia Afrika pertama kali digagas oleh Prof. Mochtar Kusumaatmadja, SH., LL.M yang saat itu menjabat sebagai Menlu RI (1978-1988), karena beliau sering bertemu dengan pemimpin negara di Asia dan Afrika yang menanyakan tentang Gedung Merdeka tempat berlangsungnya Konfrensi Asia Afrika, dan keinginan mereka untuk mengunjungi Bandung dan Gedung Merdeka. Karena ilham tersebut, Prof. Mochtar memiliki gagasan untuk mendirikan sebuah museum yang memperingati semangat kebangkitan negara-negara Asia dan Afrika. Oleh karena itulah, dengan segera gagasan tersebut diwujudkan dan disetujui oleh Presiden Soeharto, dan dibentuklah Panitia Peringatan 25 Tahun Konfrensi Asia Afrika untuk segeram melaksanankan pembangunan Museum Konfrensi Asia Afrika.

Pendirian dari Museum Konfrensi Asia Afrika ini memiliki tujuan tersendiri, yaitu:

  1. Menyajikan sejarah tentang infromasi yang berkaitan dengan Konfrensi Asia Afrika, termasuk latar belakang, perkembangan konfrensi, sosial budaya, dan peran Indonesia sebagai negara yang ikut serta dalam kebangkitan dan kemajuan negara-negara di Asia dan Afrika.
  2. Mengumpulkan dan menyajikan segala media majalah, surat kabar, naskah, dokumen, dan buku-buku lainnya yang berhubungan dengan perkembangan negara-negara Asia Afrika dalam percaturan politik dan kehidupan dunia serta sosial budaya dari negara-negara tersebut.
  3. Melakukan penelitian tentang masalah-masalah Asia Afrika  sebagai penunjungan kegiatan pendidikan dan penelitian ilmiah di kalangan pelajar, mahasiswa, dan dosen.
  4. Menunjang upaya-upaya kesatuan negara di Asia dan Afrika dalam bidang kebudayaan, pendidikan, dan pariwisata.
  5. Memberikan pengetahuan pada khalayak umum tentang sejarah dan perkembangan negara Asia dan Afrika dengan lebih menarik.
Museum Konfrensi Asia-Afrika

Museum Konfrensi Asia-Afrika

Jika Anda Mengunjungi Museum Konfrensi Asia Afrika, Anda akan disuguhi koleksi benda-benda tiga dimensi yang sangat menarik. Benda-benda tiga dimensi ini berupa sebuah diorama yang menyajikan suasana sidang pembukaan Konfrensi Asia Afrika di Gedung Merdeka pada tanggal 18 April 1955. Diorama 3 dimensi ini akan membuat Anda serasa memutar waktu ulang ke zaman berlangsungnya Konfrensi Asia Afrika  dan merasakan langsung peristwa sejarahnya. Selain itu, terdapat juga, terdapat kursi rotan yang menjadi tempat duduk para delagasi melakukan pertemuan untuk melobi dan mempererat persahabatan. Tak hanya itu, terdapat juga kamera, mesin tik, dan mesin telefaks yang digunakan ketika konfrensi berlangsung. Untuk Anda yang seorang pecinta perangko, Anda juga dapat melihat koleksi perangko-perangko yang berhubungan dengan Konfrensi Asia Afrika. Jika Anda pecinta fotografi, Anda dapat mengunjungi gallery foto yang terdapat di museum ini. Gallery foto tersebut menampilkan foto Gedung Merdeka dari masa ke masa dan foto-foto pelaksanaan Konfrensi Asia Afrika serta hasil dari konfrensi tersebut bagi perkembangan dunia.

Jika Anda ingin mengunjungi Museum Konfrensi Asia Afrika, museum ini dibuka setiap Senin- Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB. Dan Anda akan dikenakan tiket masuk museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *