Monumen Bandung Lautan Api

Lapangan Tegallega

Monumen Bandung Lautan Api

Monumen Bandung Lautan Api

Lapangan Tegallega merupakan salah satu ruang publik yang terletak di Kota Bandung. Sesuai dengan namanya tegal yang berarti lapangan dan lega yang berarti luas. Lapangan Tegallega memiliki luas sekitar 16 ha. Di lapangan ini terdapat monumen Bandung Lautan Api, serta sejarah panjang dibalik Lapangan Tegallega. Untuk menambah pengetahuan tentang Kota Bandung tercinta, ada baiknya membahas tentang Sejarah Lapangan Tegallega dan Monumen Bandung Lautan Api yang berada di dalamnya ini.

Sebelum dibuat monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegallega merupakan tempat yang banyak dikunjungi masyarakat sekitar maupun luar kota untuk menonton pacuan kuda yang diadakan pada  acara tahunan yang di selenggarakan di Lapangan Tegallega. Setelah pamor pacuan kuda menurun, Lapangan Tegallega sempat berubah namanya menjadi Taman Ria Tegallega. Bahkan pada tahun 1976, di Lapangan Tegallega sempat dibangun kolam sederhana yang dinamakan Tirtalega, kolam ini dibuat untuk kalangan menengah kebawah karena harga tiketnya yang murah. Hingga akhirnya sekarang Lapangan Tegallega menjadi lapangan yang multifungsi, selain digunakan untuk sarana berolah raga, lapangan ini juga digunakan untuk mengadakan acara konser dan semacamnya. Para pedagang pun tak luput memanfaatkan Lapangan Tegallega sebagai sarana untuk berjualan, dari pagi bahkan sampai malam hari Lapangan Tegallega masih ramai oleh para pedagang maupun pengunjung.

Sejarah lain yang terdapat di Lapangan Tegallega adalah tentang Monumen Bandung Lautan Api yang dibangun untuk mengenang peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 Maret 1946. Bandung Lautan Api adalah salah satu sejarah Indonesia yang paling diingat, mengingat betapa solidnya warga Indonesia pada saat itu. Pasalnya pada tanggal 24 Maret 1946, hanya dalam waktu sekitar tujuh jam para tentara dan warga Bandung setempat rela berkorban membumi hanguskan kota tercinta mereka. Rumah serta semua harta benda mereka juga tidak ketinggalan. Semua mereka lakukan demi kepentingan bangsa dan negara agar Kota Bandung tercinta tidak dijadikan markas strategis militer oleh tentara sekutu dan NICA Belanda dalam perang kemerdekaan Indonesia. Lalu mereka meninggalkan kota menuju ke pegunungan di Selatan Kota Bandung. Peristiwa Bandung Lautan Api dipimpin oleh Muhammad Toha. Karena terjadi Bandung Lautan Api pula lagu “Halo-halo Bandung” diciptakan. Lagu Halo-halo Bandung dibuat untuk melambangkan emosi warga Bandung yang ikut serta dalam peristiwa Bandung Lautan Api dan juga merupakan janji bahwa mereka akan kembali lagi  ke Kota Bandung yang telah menjadi lautan api. Peristiwa Bandung Lautan Api diperingati setiap tahunnya pada tanggal 24 Maret. Monumen Bandung Lautan Api menjadi ciri khas tersendiri bagi Kota Bandung. Monumen Bandung Lautan Api memiliki tinggi sekitar 45 meter dan memiliki 9 sisi.

Sayangnya seiring berjalannya waktu, Lapangan Tegallega memiliki kesan negatif yang sangat kental. Mengingat prostitusi yang terjadi di Lapangan Tegallega sudah menjadi rahasia umum pada waktu malam hari. Ditambah dengan para pedagang kaki lima yang berserakan di sekitar Lapangan Tegallega menambah kesan kumuh terhadap Lapangan Tegallega. Untungnya Bandung  pernah menjadi tuan rumah untuk Konferensi Asia Afrika pada tahun 2005, sehingga Lapangan Tegallega di benahi secara besar-besaran dan menjadi rapi kembali.

Setelah tahu sejarahnya, marilah kita menjaga Lapangan Tegallega untuk tetap bersih, aman, dan nyaman!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *