Dago Pakar

Dago Pakar

Dago Pakar

Dago Pakar

Bandung kini sudah semakin padat seiring dengan makin tingginya urbanisasi masyarakat di sekitar Bandung yang menetap, baik sementara maupun permanen, di ikon provinsi Jawa Barat ini. Oleh karena itu, Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di Jalan Ir. H Djuanda menjadi alternatif wisata hijau di tengah cuaca Kota Bandung yang semakin panas karena keterdesakan ruang terbuka hijau oleh industri. Taman hutan ini menyuguhkan panorama hutan Kawasan Bandung Utara dimana menjadi penyumbang udara bersih dan pasokan air yang kian menipis jumlahnya.

Selain itu, kawasan ini terkenal dengan restoran-restoran dan tempat nongkrongnya. Suasana romantis yang terpancar dari pemandangan lampu-lampu di Kota Bandung kala malam menjelang, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Para pengunjung biasanya datang ke tempat ini untuk mencari suasana berbeda dari kebiasaan rutin mereka yang padat dan menjemukan. Dengan penerangan yang pas, lagu-lagu romantis yang mengalun dan pemandangan Bandung yang indah di setiap kafé dan restoran disini menjadikan tempat ini cocok bagi para pasangan yang ingin menghabiskan malam minggu romantis mereka dalam rangka liburan di Bandung. Lokasinya yang tak seberapa jauh dari pusat kota membuat untuk mencapai kawasan wisata hutan kota ini tak susah. Tahura atau yang lebih dikenal dengan Dago Pakar ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 50 menit saja dari alun-alun kota.

Kawasan yang berada di sekitar Dago Pakar ini sangat sejuk karena banyak ditumbuhi pohon-pohon yang rindang. Selain itu, ada juga kolam ikan yang cukup luas yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata air. Taman hutan raya / Dago Pakar ini sesuai fungsinya sebagai taman hutan raya, yaitu sebagai tempat konservasi flora dan fauna. Tak hanya itu saja, Dago Pakar ini juga berfungsi sebagai lokasi untuk pendidikan dan penelitian botani, sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi yang berada di alam terbuka. Walaupun Dago Pakar ini merupakan lokasi yang sangat cocok digunakan sebagai tempat wisata saat liburan di Bandung, tetapi sebenarnya tujuan utama didirikan Dago Pakar ini bukanlah untuk merauk keuntungan finansial.

Di kawasan Dago Pakar juga terdapat gua peningalan penjajah Jepang dan Belanda. Gua ini juga dapat dijadikan sebagai lokasi liburan wisata yang cocok di Bandung. Selain terdapat gua, terdapat curug yang menambah keindahan dri kawasan Dago Pakar. Goa Jepang, goa Belanda, curug Dago dan hutan alam yang indah bisa kita nikmati di kawasan ini. Goa Belanda dan Goa Jepang merupakan peninggalan masa penjajahan Jepang dan Belanda yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan juga sebagai gudang senjata. Untuk  sarana penunjang, pihak pengelola Tahura menyediakan sejumlah gazebo-gazebo yang terkadang dimanfaatkan oleh para pengunjung sebagai tempat ngariung ketika menikmati bekal. Selain itu terdapat panggung terbuka, mushola dan tempat bermain anak. Pengunjung reguler biasanya memadati tempat ini saat akhir pekan, sedangkan rombongan dari sekolah atau tim penelitian biasanya datang di hari-hari biasa.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang berdatangan ke Dago Pakar, maka restoran-restoran baru pun mulai bermunculan yang membawa serta konsep dan produk baru. Dengan pertambahan jumlah kafe dan restoran ini pun, pilihan tempat bagi para pengunjung ikut bertambah, dari sekedar tempat ngopi, pub, rumah makan tradisional hingga restoran bertaraf internasional pun hadir mewarnai persaingan bisnis di kawasan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *