Brownies Amanda

Brownies Amanda

Brownies Amanda

Brownies Amanda

Selain terkenal sebagai kota factory outlet, Bandung juga surganya kuliner. Tiap bulan, selalu ada tempat makan, cafe ataupun tempat hang out baru di Bandung. Kuliner Bandung tak terbatas pada nasi timbel. Saat ini, Anda bisa menjajal masakan-masakan unik seperti nasi kalong (nasi hitam) sampai roti cane khas Aceh.

Untuk pilihan oleh-oleh, Bandung bisa dibilang fenomenal. Jika dulu kripik tempe, pisang bolen Kartika Sari dan batagor Kingsley mendominasi buah tangan para pelancong dari Bandung, maka kini pilihannya makin variatif. Salah satu oleh-oleh Bandung yang fenomenal ialah Brownies Amanda. Brownies kukus yang awalnya produk rumahan ini laris manis dan sukses menciptakan antrian panjang setiap akhir pekan.  Walaupun saat itu Brownies Amanda di Jalan Rancabolang buka 10 jam dari jam  8 pagi hingga jam 6 sore, tetap saja banyak yang tak kebagian. Di akhir pekan, banyak yang berburu oleh-oleh Bandung yang ngetop ini. Akibatnya, toko tutup lebih cepat.

Pembuatan brownies dengan cara dikukus tersebut merupakan inovasi dalam ‘dunia kue brownies’.  Karena dikukus, tekstur kue yang dihasilkan terasa lebih lembut dengan rasa coklat yang pekat. Legit dan manisnya cocok sebagai teman menyesap kopi ataupun teh panas tanpa gula di sore hari. Yummy! Jika membeli banyak, produk tanpa bahan pengawet ini harus disimpan di kulkas agar lebih tahan lama

Inovasi brownies kukus ini rupanya bisa diterima publik dengan baik. Apalagi harganya relatif terjangkau. Saat terkenal pun, harga brownies ini tak lantas melejit setinggi langit. Satu box dihargai mulai dari Rp26 ribu saja. Itupun sudah bisa dinikmati sepuluh orang asal masing-masing bisa menahan diri tak makan berlebih.

Saking populernya produk ini, membawa Brownies Amanda sebagai oleh-oleh Bandung lama-lama menjadi bagian gaya hidup. Mereka yang pergi ke Bandung merasa harus membawa brownies kukus itu sebagai tanda mereka berakhir pekan di ibukota provinsi Jawa Barat itu. Pernah pada suatu masa, Brownies Amanda sukses menjadi ikon oleh-oleh khas Bandung, bahkan sampai saat ini. Musim libur lebaran lalu, misalnya, sebuah media online berita bisnis Jawa Barat memberitakan Brownies Amanda yang laris manis. Dalam satu jam saja, 1300 box laris terjual.

Kini pemasaran Brownies Amanda makin meluas. Outletnya tidak cuma di Bandung, melainkan sudah merambah Bogor, Bekasi, Malang, Surabaya hingga Medan dan Makassar. Konsep oleh-oleh Bandung pun berubah sebab kue ini tak lagi hanya terbatas harus dibeli di Bandung. Kini Brownies Amanda merupakan bagian dari kuliner Bandung yang pasarannya makin luas. Wajar jika tahun ini Brownies Amanda diganjar Top Brand Awards.

Produk Brownies Amanda pun tak sekadar brownies coklat yang dikukus. Meski konsep pengukusan masih dipertahankan, tapi rasa kue brwonies makin beragam. Kekayaan bahan pembuat brownies itu lah yang memberikan rentang cita rasa yang kaya. Ada brownies kukus coklat yang dipadu dengan keju, pisang, blueberry, kacang almond, sarikaya hingga teh hijau. Toppingnya pun tak lagi polos. Ada yang dioles krim coklat, strawberry hingga lemon. Konsep brownies yang lekat dengan “coklat” menjadi lebih berwarna. Memang, rasa original brownies coklat yang dikukus masih jadi primadona.

Seiring bekennya brownies kukus, resep-resep pun makin banyak dipublikasikan di media online ataupun tabloid dan majalan perempuan. Harapannya, biar selalu ada brownies kukus kapanpun kita mau. Tentu saja, rasa memang masalah selera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *