Boloe Kodja

Boloe Kodja

Boloe Kodja

Boloe Kodja

Salah satu kuliner Bandung dan juga oleh-oleh Bandung yang sudah ada sejak tahun 1940-1950-an adalah boloe kodja, kuliner Bandung  ini selalu dijadikan sebagai hidangan khas lebaran hampir di setiap keluarga. Kuliner bandung ini diperkenalkan kembali oleh Ginda Sonagi dan istrinya Deina Fransia 13 Mei setahun lalu, tujuannya agar kuliner Bandung ini yang terkenal pada era neneknya dapat dikenal kembali.

Mereka membuka butik oleh-oleh Bandung ini dengan nama Boloe Kodja yang terletak di jalan lengkong Besar No. 109 Bandung. Menurut Ginda resep boloe kodja adalah warisan dari neneknya yang bernama Ema Sintadiredja yang mendapatkan resep ini dari orang Belanda yang kemudian diturunkan kepada mertua Ginda. Lalu oleh mertua Ginda diturunkan pada istrinya dan akhirnya Ginda beserta istrinya memperkenalkan kembali kuliner Bandung ini dengan berbagai macam olahan.

Sepintas bentuk boloe kodja mirip dengan klapertaart atau pudding kental, namun rasanya berbeda dengan klapertaart juga puding. Kemasannya pun sederhana, cukup beralas mangkuk alumunium foil dengan berdiameter kurang lebih 15 cm. Kuliner Bandung ini dibuat sengaja agak basah mirip dengan puding, tetapi matang dengan cara dibakar. Rasanya khas dan unik. Bagi yang belum mengenal oleh-oleh Bandung ini banyak yang mengira boloe kodja seperti sponge cake atau klapertaart dan puding, padahal bahan dasar untuk membuatnya terdiri dari terigu, telur, caramel dan santan kelapa asli. Boloe kodja dijamin halal dan dibuat tanpa bahan pengawet karena tidak menggunakan rum. Selain itu, bahan-bahan dasar boloe kodja memiliki kualitas yang baik agar dapat menghasilkan boloe kodja yang baik juga.

Boloe Kodja

Boloe Kodja

Dengan cita rasa dan tekstur yang khas, kuliner Bandung ini tidak seperti bolu pada umumnya. Kunci utama boloe kodja ada pada santan dengan tiga lapis tekstur yang dapat dinikmati para pencicipnya. Pada bagian bawah  teksturnya paling padat, pada bagian tengah terasa lembut dan lumer sedangkan pada bagian atas terasa crunchy yang disertai dengan aneka pilihan topping. Rasa manis pada boloe kodja baru akan terasa belakangan dan dapat bertahan cukup tahan lama karena proses pembuatannya dengan cara dibakar dan dimatangkan dengan sempurna, aroma dan rasa nya pun sangat enak.

Pilihan anyar oleh-oleh Bandung ini disajikan dengan enam macam rasa andalan, yaitu rasa original dengan toping kismis, keju, almond, klasik (gula aren), lobi-lobi dan ala Palembang dengan bentuk persegi panjang yang menggunakan pandan dan susu. Untuk rasa keju, orang akan menikmati rasa “kriuk” crispy, sedangkan bagi yang menyukai masam, rasa lobi-lobi dan kismis dapat menjadi pilihan. Pada umumnya, anak muda menyukai boloe kodja dengan rasa topping kismis (original), keju dan almond, sedangkan orang tua menyukai boloe kodja dengan rasa klasik. Boloe kodja rasa klasik penampilannya lebih gelap, karena bahan gula yang digunakan adalah gula aren. Boloe kodja ala Palembang mirip dengan brownies, campuran susu dapat terlihat dengan rasa pandan dan ditaburi wijen.

Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp. 23.000 sampai Rp. 27.000. Anda perlu berhati-hati jika hendak membeli panganan khas Bandung ini, karena ada sebuah hotel yang menjual boloe kodja dengan harga yang lebih mahal, yaitu tiga kali lipat dari harga yang biasa dijual.

Ternyata, selin di Bandung boloe kodja pun dapat ditemukan di daerah lain seperti di Garut, Bengkulu dan Palembang dimana masing-masing daerah memiliki resep boloe kodja tersendiri. Namun hanya di Bandung lah resep boloe kodja diracik berbeda tanpa harus menghilangkan keaslian resepnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *