Gedung Sate Bandung

Sejarah Kota Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Kota Bandung adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Karena terletak di dataran tinggi, menjadikan kota Bandung sebagai kota yang berhawa sejuk. Sejarah kota Bandung berawal dari asal mula kata “Bandung”, kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai citarum oleh lava gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk menjadi sebuah telaga. Kota Bandung dialiri dua sungai, yaitu sungai cikapundung dan sungai citarum, selain itu Bandung juga dikelilingi oleh pegunungan yang membuat kota Bandung berbentuk seperti cekungan (Bandung Basin).

Namun, menurut para sesepuh di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut dengan perahu bendung. Oleh Bupati R.A Wiranatakusumah II, perahu bendung digunakan untuk melayari sungai citarum dalam mencari tempat sebagai ibu kota baru untuk menggantikan ibu kota lama yaitu bernama Dayeuh Kolot.

Pada tahun 1488, Bandung semula adalah ibu kota kerajaan Padjadjaran dan pada tahun 1906 Bandung menjadi kotamadya. Berikut sejarah kota Bandung:

  1. 1488 – Bandung didirikan dan dijadikan sebagai bagian dari kerajaan Padjadjaran.
  2. 1799 – Karena mengalami kebangkrutan, pemerintah Belanda mengambil alih wilayah kekuasaan VOC di Nusantara dan saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati R.A Wiranatakusumah II.
  3. 1808 – Diangkatnya Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral di Nusantara yang ditinggalkan VOC oleh Belanda.
  4. 1809 – Pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjung sari) yang diperintahkan oleh Bupati.
  5. 1810 – Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan Alun-alun dan sekarang menjadi titik pusat kota Bandung.
  6. 25 Mei 1810 – Bupati Bandung memindahkan ibu kota ke Parakan Muncang atas perintah Daendels
  7. 25 September 1810 – Daendels mengeluarkan surat keputusan mengenai pindahnya ibu kota Bandung dan juga sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakan Muncang. Sejak peristiwa itu, tanggal 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A Wiranatakusumah diabadikan menggantikan Jalan Cipaganti.
  8. 24 Maret 1946 – Terjadinya Bandung Lautan Api, pembumihangusan Bandung yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan dan diabadikan dalam lagu “Halo Halo Bandung”.
  9. 1955 – Setelah Indonesia merdeka, Bandung menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Barat dan di kota Bandung tempat diselenggarakannya Konferensi Bandung 18-24 April 1955. Konferensi ini diadakan di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika beseberangan dengan Hotel Savoy Homann. Konferensi ini bertujuan untuk melawan ancaman kolonialisme dan neokolonialisme oleh Amerika Serikat, Uni Sovyet dan juga Negara Negara imperialis lainnya.
  10. 2005 – Diadakan KTT Asia – Afrika 2005.

Yang pasti, kota Bandung dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung dan pembangunannya dipimpin langsung oleh Bupati R.A Wiranatakusumah II, yang dinobatkan sebagai The Founding Father (pendiri) kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *