Monthly Archives: September 2012

Sheraton Hotel Bandung

Sheraton Hotel Bandung

Sheraton Hotel Bandung

Sheraton Hotel Bandung

Bandung yang terkenal dengan kota kembang merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat. Bandung terkenal dengan Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia, industri tektil yang terkenal hingga belahan dunia lainnya, dan banyak café – café yang dapat memanjakan lidah anda.

Bagi anda yang berencanakan berlibur atau keperluan bisnis tidak perlu bingung dalam memilih lokasi menginap. Kota Bandung menawarkan banyak tempat menginap, mulai dari Hotel bintang lima hingga motel yang tak akan menguras isi kantong anda. Untuk anda yang menginginkan pelayanan terbaik dan mewah, Hotel Sheraton Bandung menjadi pilihan satu – satunya.

Sheraton Hotel Bandung yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda No. 390, Bandung, Jawa Barat. Sheraton Hotel Bandung terletak di lokasi yang sangat strategis yaitu berada di ketinggian lereng dago, Hotel bintang lima ini dikelilingi oleh pegunungan dan pemandangan indah kota Bandung, ditambah dengan udara segar yang memenuhi segala ruang hotel ini. Dengan lokasi hotel yang terletak berdekatan dengan pusat bisnis dan perbelanjaan sehingga memudahkan anda dalam melakukan bisnis atau sekedar memuaskan hasrat berbelanja anda. Selain itu  Sheraton Hotel Bandung hanya membutuhkan jarak sekitar 6 km atau membutuhkan waktu 30 menit untuk menuju Bandara Internasional Hussein Sastranegara Bandung. Sedangkan untuk menuju stasiun kereta, anda hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, sehingga hotel ini cocok bagi anda yang sedang berbisnis, berwisata maupun sedang liburan.

Sheraton Hotel Bandung adalah hotel terbaik diantara hotel lain di kawasan dengan konsep resort. Bangunan hotel ini sendiri bergaya modern, megah dan elegan. Berada di kawasan dago yang kerap disebut dengan kawasan “one stop holiday”. Di dago anda dapat menjumpai berbagai tempat wisata kuliner, kebun binarang, museum bersejarah sampai dengan tempat berbelanja berupa factory outlet yang dapat anda jumpai di kawasan dago.

Sheraton Hotel Bandung menawarkan 154 kamar , dengan tarif berkisar Rp. 1.000.000,- sampai dengan Rp. 1.500.000,-  tariff disesuaikan dengan kelasnya masing – masing. Disetiap kamar menampilkan design interior yang elegan dan modern. Nuansa mediteranian, gaya klasik eropa, timur tengah menjadi aksen interior yang dipadu unsur modern dan tradisional bergaya minimalis  yang dapat anda nikmati dalam 154 kamar di hotel ini. Adapun fasilitas yang ditawarkan Sheraton Hotel Bandung diantaranya:

  1. 154 Ruang kamar, didesain dengan mengutamakan kenyamanan dan kemudahan untuk anda, Sheraton Hotel Bandung menyediakan fasilitas lengkap seperti 37” TV LCD, ruang kamar mandi, 24 jam room service, mini bar, akses internet dan masih banyak fasilitas lainnya. Selain itu Sheraton Hotel Bandung menyediakan balkon disetiap kamar sehingga anda dapat memandang keindahan alam sekitar.
  2. Samsara Lounge, Feast Restoran dan Poolside Terrace. Anda akan dijamu untuk menyantap hidangan international cuisine khas Sheraton Hotel Bandung pada Feast Restoran. selain itu anda dapat mengunjungi lokasi yang lebih santai, anda akan disediakan berbagai jenis cocktail dengan live entertainment di Samsara Lounge dan Poolside Terrace.
  3. Saragosa Ballroom, yaitu ruangan megah yang dapat digunakan untuk rapat, kegiatan organisasi, acara – acara seperti resepsi pernikahan dan kepentingan lainnya. Ruangan ini difasilitasi akses internet cepat, perlengkapan audiovisual, proyektor dan masih banyak lagi.
  4. Rekreasi dan entertainment, untuk memanjakan para pengunjung, Sharaton Hotel Bandung menyediakan fasilitas untuk anda bersantai atau untuk anak – anak berekreasi, diantaranya seperti outdoor swimming pool, lintasan jogging, lapangan tenis, Sheraton Fitness, lapangan golf, dan fasilitas lainnya untuk memanjakan diri anda pada nuansa sauna maupun pijat spa.
Bobotoh Persib

Bobotoh, Sahabat Setia Pencinta Persib Bandung

Bobotoh Persib

Bobotoh Persib

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat yang sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota yang terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, menurut jumlah penduduk, setelah Jakarta dan Surabaya ini merupakan kota favorit untuk menghabiskan waktu liburan atau saat weekend. Kota Bandung yang juga disebut sebagai kota kembang ini dikenal sebagai surga belanja dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di hampir segala penjuru. Saat ini, Bandung pun berangsur-angsur menjadi kota untuk tujuan wisata kuliner.

Selain dikenal sebagai kota kembang dan kota belanja, hal yang menarik dari Kota Bandung ini adalah persatuan sepakbola-nya yang dikenal dengan nama Persib. Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Persib atau Maung Bandung yang berarti macan dari Bandung, lahir pada 1933 di Kota Bandung, dengan nama Bandoeng Inlandsche Voetball Bond atau BIVB, di tengah rasa nasionalisme untuk memerdekakan diri dari cengkraman penjajahan Belanda. Proses berdiri dan berkembangnya Persib menjadi salah satu akar dalam perjuangan rakyat Bandung dan Jawa Barat ketika masa penjajahan, sehingga sangatlah wajar jika Persib menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Kota Bandung. Rasa cinta masyarakat  masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya yang merupakan pengemar fanatik untuk Persib Bandung terbukti dengan terciptanya klub penggemar Persib yaitu Bobotoh Persib.

Bobotoh adalah nama dari pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Nama ini berasal dari bahasa lokal bandung, bahasa Sunda, yang berarti orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain yang akan terlibat dalam suatu pertandingan atau kontes. Anggota dari Bobotoh, yang jumlahnya mungkin mencapai ratusan ribu—kalau tidak jutaan, terbagi dan diatur dalam beberapa klub penggemar Persib, dimana klub yang memiliki anggota paling banyak terbesar adalah klub Viking dan klub Bomber.

Meskipun Persib adalah klub sepak bola yang berada di Bandung, keanggotaan Bobotoh tidak hanya terbatas bagi masyarakat Kota Bandung saja. Anggota-anggota dari Bobotoh ini tersebar luas hampir di seluruh area Jabar, mulai dari Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Karawang. Ada pula beberapa anggota Bobotoh yang juga berada di luar Provinsi Jawa Barat, seperti Jakarta, Tangerang, dan Serang. Jumah anggota dari Bobotoh ini memang terbukti saat Persib akan bertanding, dimana stadion tempat diadakannya pertandingan akan selalu penuh sesak oleh para anggota Bobotoh dari berbagai daerah. Selain keanggotaan Bobotoh yang tidak memiliki batas daerah, Bobotoh pun menerima semua lapisan masyarakat yang memang menyukai dan menggemari Persib, baik laki-laki maupun perempuan, dari anak kecil hingga orang tua.

Dengan jumlah anggotanya yang begitu banyak, tentunya klub sepak bola persib tidak akan pernah kesepian apabila sedang berlaga, baik di dalam kandang maupun di luar kandang. Namun, jumlah anggota yang terlalu banyak tanpa ada manajemen yang baik dari Bobotoh, bisa saja para penggemar fanatik dari Persib ini melakukan hal-hal yang bersifat anarkis apabila tim sepak bola Persib kalah. Tentunya apabila para Bobotoh yang mencintai klub Persib Bandung ini bisa lebih mengatur diri sendiri dan dapat bersifat sportif tanpa melakukan tindakan anarkis, Bobotoh pun akan dihormati oleh klub lawan dan masyarakat sekitar.

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung didirikan pada tanggal 27 Juli 1920, pada masa pemerintahan Hindia Belanda gedung ini disebut Gaevernements Bedrijven (GB) atau Government Companies. Gedung Sate Bandung  dibangun selama  kurun waktu empat tahun dari tahun 1920-1924 dengan menghabiskan biaya enam juta gulden dan angka ini disimbolkan dalam enam ornamen pada tusuk sate di puncak  gedung .

Gedung Sate Bandung adalah hasil karya dan kreasi dari sebuah Tim arsitek muda kenamaan lulusan fakultas Teknik Deft Nederland yang terdiri dari Ir.G. hendriks, Ir.J.Gerber serta pihak Gemente Van Bandoeng yang diketuai oleh Kol.pur.VL.Slors. Peletakan batu pertama bangunan Gedung sate Bandung dilakukan oleh Catherine Coops, yaitu puteri sulung walikota Bandung ketika itu, B.Coops dan Petronella Roelofsen.

Proses pembangunan Gedung Sate Bandung melibatkan 200 orang pekerja, diantaranya 150 orang adalah pemahat atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu yang berasal dari Kongku atau Kanton berkebangsaan China. Selebihnya ,melibatkan pekerja dari kampung Sekeloa, kampung Coblong Dago, kampung Cibarengkok dan kampung Gandok. Mereka adalah tukang batu, kuli aduk dan peladen. Sebelumnya mereka telah menggarap Gedong Sirap (kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).

Diawal tahun 1924 ,berhasil dibangun dan diselesaikan kantor pusat PTT dan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan induk bangunan utama GB yang selesai dikerjakan pada bulan september 1924 termasuk juga diselesaikannya bangunan untuk perpustakaan. Didepan Gedung Sate Bandung dibangun dan didirikan sebuah tugu (batu) peringatan untuk mengenang tewasnya yang berjuang melawan pasukan Inggris Brigade Gurkha dari Angkatan Darat pada akhir tahun 1945. Dan sekarang Gedung Sate menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus ikon kota Bandung yang terkenal di seluruh pelosok Indonesia.

Gedung Sate Bandung, yang terletak di Jalan Diponegoro No.22 ini, dapat dijadikan manifestasi sejarah yang membentuk kota Bandung dan tak akan pernah lekang oleh waktu. Banyak kalangan arsitek dan para ahli bangunan mengatakan bahwa Gedung Sate Bandung adalah bangunan monumental yang anggun dan mempesona dengn gaya arsitektur unik mengarah ke bentuk gaya arsitektur Indo Eropa sehingga keanggunan Candi Borobudur ikut mewarnai struktur bangunan Gedung Sate Bandung.

Didepan Gedung Sate Bandung  terdapat Lapangan Gasibu, sebuah lapangan olahraga yang seringkali digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti konser musik, bazar, dan bahkan selalu dijadikan pasar rakyat yang diadakan seminggu sekali setiap akhir pekan. Hampir setiap akhir pekan kawasan Gedung Sate Bandung dipenuhi seluruh masyarakat Bandung baik itu dalam rangka melakukan aktivitas olahraga maupun mengunjungi pasar rakyat yang tumpah ruah hingga ke tepi jalan raya dan menyebabkan kemacetan disekitar Gedung Sate Bandung dan Lapangan Gasibu. Wisata Kuliner, pakaian hingga kebutuhan yang lainnya tersedia di pasar rakyat ini dan juga harga yang terjangkau, dan kemegahan serta keanggunan Gedung Sate Bandung adalah salah satu daya tarik yang luar biasa untuk masyarakat Bandung berkumpul di Lapangan Gasibu di setiap akhir pekan.

Toko You

Restoran Toko You Bandung

Toko You

Toko You

Banyak orang baik dari dalam maupun luar daerah Jawa Barat mengunjungi kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, untuk memanjakan lidah mereka. Anda akan kagum dengan apa yang dapat Bandung tawarkan terutama kepada Anda para pencinta kuliner. Apabila Anda sedang berkunjung untuk berbelanja atau berwisata, jangan lupa untuk mencicipi berbagai kuliner Bandung yang pastinya akan menggugah selera Anda. Dari berbagai makanan yang dijual oleh para pedagang kaki lima sampai makanan mewah di restoran bintang lima, setiap orang yang berkunjung atau berwisata di sini akan dapat menemukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan mereka di sini, di Bandung.

Dari begitu banyak restoran-restoran yang menjajakan makanan lezat di Bandung, ada satu restoran yang sudah sangat populer baik di kalangan pencinta makanan maupun masyarakat Bandung sendiri, yaitu restoran Toko You. Restoran Toko You Bandung adalah restoran yang memiliki ragam variasi menu yang dipastikan dapat memenuhi selera para pengunjungnya. Restoran yang terletak di Jalan Hasanuddin No. 14 Bandung ini telah dibuka sejak tahun 1947 oleh pemiliknya, Sonny Soeng. Meskipun sudah berusia cukup lama, namun cita rasa dari hidangan restoran Toko You ini masih tetap sedap dan nikmat.

Restoran Toko You ini awalnya menyajikan berbagai masakan China seperti Ifu Mie, Mun Tahu, Puyunghai, Mie Yamin, Ayam Nanking dan sebagainya. Namun seiring dengan bertambahnya popularitas dan banyaknya permintaan dari para pelanggan, Restoran Toko You ini juga menyajikan hidangan-hidangan lain yang tak kalah nikmatnya. Dari hidangan khas Bandung yang terkenal seperti Tahu Gejrot, Nasi Rawon, Ayam Goreng Saus Mentega, Bubur Rendang Ayam hingga makanan internasional seperti Fried Mushroom dan lain-lain. Makanan yang disajikan di sini memang spesial karena semua hidanganannya menggunakan bumbu-bumbu yang diracik sendiri. Mie dan kulit pangsitnya pun dibuat sendiri di Restoran Toko You, sehingga menciptakan cita rasa yang berbeda dibandingkan dengan mie-mie di restoran lain. Selain berbagai macam makanan, Anda juga dapat menikmati berbagai variasi minuman seperti kopi, jamu, atau jus. Para staff dan pelayan dari restoran Toko You juga sangat cekatan dan profesional dalam melayani para pengunjung sehingga memberikan kesan pelayanan yang amat baik.

Selain karena makanannya yang lezat, Restoran Toko You memiliki keunikan tersendiri dibanding restoran lain yang ditandai dengan dekorasi etniknya. Begitu Anda memasuki area resto, terdapat rumah dengan gaya Lombok yang menyambut tamu di depan pintu resto. Ada beberapa gazebo di sekitar taman dengan pepohonan dan tanaman yang tidak hanya memberikan kesan asri dan sejuk di siang hari, namun juga kesan romantis di malam hari. Selain meja besar untuk pengunjung yang datang dalam jumlah besar, resto ini juga mempersiapkan meja kecil dengan beberapa payung unik besar yang seukuran gazebo yang difungsikan untuk memayungi meja bagi yang ingin makan berdua atau dalam grup kecil. Interior Restoran Toko You pun tidak kalah menarik. Di dalam bangunan resto terdapat beberapa lukisan-lukisan besar yang merupakan koleksi pribadi dari pemilik resto yang tentunya mempercantik penampilan interior dari Toko You. Selain sebagai restoran yang menyajikan berbagai macam hidangan yang menggugah selera, restoran Toko You juga merupakan tempat yang nyaman dan cool untuk anda ber-hang out dengan teman-teman Anda atau untuk mengadakan jamuan makan bersama keluarga besar.

[googlemap width=”500″ height=”300″ src=”https://maps.google.co.id/maps?q=Toko+You,+Bandung,+Jawa+Barat&hl=en&ll=-6.892741,107.613458&spn=0.001358,0.002642&sll=-2.44565,117.8888&sspn=22.25056,43.286133&oq=Toko+You&t=h&hq=Toko+You,&hnear=Bandung,+West+Java&z=19&iwloc=A”]

Gedung Sate Bandung

Sejarah Kota Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung

Kota Bandung adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Karena terletak di dataran tinggi, menjadikan kota Bandung sebagai kota yang berhawa sejuk. Sejarah kota Bandung berawal dari asal mula kata “Bandung”, kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai citarum oleh lava gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk menjadi sebuah telaga. Kota Bandung dialiri dua sungai, yaitu sungai cikapundung dan sungai citarum, selain itu Bandung juga dikelilingi oleh pegunungan yang membuat kota Bandung berbentuk seperti cekungan (Bandung Basin).

Namun, menurut para sesepuh di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut dengan perahu bendung. Oleh Bupati R.A Wiranatakusumah II, perahu bendung digunakan untuk melayari sungai citarum dalam mencari tempat sebagai ibu kota baru untuk menggantikan ibu kota lama yaitu bernama Dayeuh Kolot.

Pada tahun 1488, Bandung semula adalah ibu kota kerajaan Padjadjaran dan pada tahun 1906 Bandung menjadi kotamadya. Berikut sejarah kota Bandung:

  1. 1488 – Bandung didirikan dan dijadikan sebagai bagian dari kerajaan Padjadjaran.
  2. 1799 – Karena mengalami kebangkrutan, pemerintah Belanda mengambil alih wilayah kekuasaan VOC di Nusantara dan saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati R.A Wiranatakusumah II.
  3. 1808 – Diangkatnya Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral di Nusantara yang ditinggalkan VOC oleh Belanda.
  4. 1809 – Pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjung sari) yang diperintahkan oleh Bupati.
  5. 1810 – Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan Alun-alun dan sekarang menjadi titik pusat kota Bandung.
  6. 25 Mei 1810 – Bupati Bandung memindahkan ibu kota ke Parakan Muncang atas perintah Daendels
  7. 25 September 1810 – Daendels mengeluarkan surat keputusan mengenai pindahnya ibu kota Bandung dan juga sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakan Muncang. Sejak peristiwa itu, tanggal 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A Wiranatakusumah diabadikan menggantikan Jalan Cipaganti.
  8. 24 Maret 1946 – Terjadinya Bandung Lautan Api, pembumihangusan Bandung yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan dan diabadikan dalam lagu “Halo Halo Bandung”.
  9. 1955 – Setelah Indonesia merdeka, Bandung menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Barat dan di kota Bandung tempat diselenggarakannya Konferensi Bandung 18-24 April 1955. Konferensi ini diadakan di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika beseberangan dengan Hotel Savoy Homann. Konferensi ini bertujuan untuk melawan ancaman kolonialisme dan neokolonialisme oleh Amerika Serikat, Uni Sovyet dan juga Negara Negara imperialis lainnya.
  10. 2005 – Diadakan KTT Asia – Afrika 2005.

Yang pasti, kota Bandung dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung dan pembangunannya dipimpin langsung oleh Bupati R.A Wiranatakusumah II, yang dinobatkan sebagai The Founding Father (pendiri) kota Bandung.